1. “Keyakinanku tumbuh Ketika aku mendengarkan Dhamma, yang begitu penuh dengan rasa. Kebosanan adalah Dhamma yang diajarkan, Tanpa cengkeraman sama sekali.”

  2. “Ada banyak hal indah Dalam lingkaran bumi ini; Aku percaya, bahwa hal-hal itu mengganggu pikiran seseorang, Indah, mengundang nafsu.

  3. Seperti halnya hujan yang dapat meredakan Debu yang tertiup oleh angin; Demikian pula pemikiran-pemikiran mereda Ketika dilihat dengan pehamaman.

  4. Segala kondisi adalah tidak kekal – Jika hal ini dilihat dengan pemahaman, Maka seseorang berbalik dari penderitaan: Ini adalah jalan menuju pemurnian.

  5. Segala kondisi adalah penderitaan – Jika hal ini dilihat dengan pemahaman, Maka seseorang berbalik dari penderitaan: Ini adalah jalan menuju pemurnian.

  6. Segala kondisi adalah bukan-diri – Jika hal ini dilihat dengan pemahaman, Maka seseorang berbalik dari penderitaan: Ini adalah jalan menuju pemurnian.

  7. Bhikkhu senior Koṇḍañña, yang tercerahkan Persis setelah Sang Buddha, sangat penuh semangat. Ia telah meninggalkan kelahiran dan kematian, Dan telah menyempurnakan kehidupan spiritual.

  8. Terdapat banjir-banjir, jerat-jerat, dan tiang-tiang kokoh, Dan gunung yang sulit dipecahkan; Dengan mematahkan tiang-tiang dan jerat-jerat, Dengan memecahkan gunung yang sulit dipecahkan, Dengan menyeberang ke pantai seberang, Seorang yang mempraktikkan jhāna terbebaskan dari belenggu Māra.

  9. Seorang bhikkhu yang sombong dan goyah, Dengan mengandalkan teman-teman yang jahat, Tenggelam dalam banjir besar, Dikuasai ombak.

  10. Tetapi seorang yang rendah hati dan stabil, Terkendali, dengan indria-indria terkekang, Bijaksana, dengan teman-teman yang baik, Akan mengakhiri penderitaan.

  11. Dengan lutut menonjol, Kurus, dengan urat-urat saling silang di kulitnya, Makan dan minum secukupnya – Semangat orang ini tidak mengendur.

  12. Diganggu oleh lalat dan nyamuk Di dalam hutan yang menakjubkan; Seseorang harus dengan penuh perhatian menahankan, Bagaikan seekor gajah di garis depan pertempuran.

  13. Aku tidak mendambakan kematian; Aku tidak mendambakan kehidupan; Aku menunggu waktuku, Bagaikan seorang pekerja menunggu upahnya.

  14. Aku tidak mendambakan kematian; Aku tidak mendambakan kehidupan; Aku menunggu waktuku, Sadar dan penuh perhatian.”

  15. Aku telah melayani Sang Guru Dan memenuhi ajaran Sang Buddha Beban berat telah diturunkan, Aku telah melepaskan kemelekatan untuk terlahir kembali Ke dalam kehidupan apapun juga.

  16. Aku telah mencapai tujuan Yang karenanya aku meninggalkan keduniawian Dari kehidupan rumah tangga menuju kehidupan tanpa rumah – Apalah gunanya aku bagi para siswa?”

  1. Seseorang yang telah menjadi Tercerahkan sebagai seorang manusia, Jinak, dengan samādhi, Mengikuti jalan spiritual, Gembira dalam kedamaian pikiran.

  2. Dihormati oleh orang-orang, Melampaui segala sesuatu Bahkan para dewa menghormatinya; Demikianlah yang kudengar dari Sang Arahant.

  3. Beliau telah melampaui segala belenggu, Dan membebaskan diri dari kekusutan, Bersenang dalam pelepasan kenikmatan-kenikmatan indriawi, Beliau terbebaskan bagaikan emas yang terbebas dari batu.

  4. Gajah itu lebih cemerlang daripada segalanya, Bagaikan Himāyala yang lebih cemerlang daripada gunung-gunung lainnya. Di antara semua yang disebut “gajah”, Beliau sungguh telah disebutkan dengan benar, dan tak tertandingi.

  5. Kepadamu Aku memuji gajah ini, Karena Beliau tidak melakukan kesalahan apapun. Kedua kaki depan sang gajah Lembut dan tidak mencelakai.

  6. Perhatian dan penyadaran Adalah kaki-kaki lainnya dari sang gajah. Keyakinan adalah belalainya yang besar, Dan keseimbangan adalah gadingnya.

  7. Perhatian adalah lehernya, kepalanya adalah pemahaman – Penyelidikan dan refleksi pada fenomena-fenomena – Perutnya adalah perapian suci Dhamma, Ekornya adalah keterasingan.

  8. Dengan mempraktikkan jhāna, bersenang dalam napas, Tenang dalam dirinya. Gajah itu tenang ketika berjalan, Gajah itu tenang ketika berdiri.

  9. Gajah itu tenang ketika berbaring, Dan ketika duduk, gajah itu tenang. Gajah itu terkekang di manapun juga: Ini adalah pencapaian gajah itu.

  10. Beliau memakan hal-hal yang tidak tercela, Beliau tidak memakan hal-hal yang tercela. Ketika Beliau menerima makanan dan jubah, Beliau tidak menyimpannya.

  11. Setelah memotong segala ikatan, Belenggu-belenggu yang besar mau pun kecil, Kemanapun Beliau pergi, Beliau pergi tanpa kerinduan

  12. Bagaikan sekuntum teratai putih, Harum dan indah, Tumbuh dalam air dan berkembang di sana, Tetapi air tidak melekatinya.

  13. Demikian pula Sang Buddha terlahir di dunia ini, Dan hidup di dunia ini, Tetapi dunia tidak melekati Beliau, Seperti air tidak melekati teratai.

  14. Api yang berkobar besar Padam ketika bahan bakarnya habis; Ketika arang-arangnya tidak menyala lagi Itu dikatakan sebagai “padam”.

  15. Perumpamaan ini diajarkan oleh sang bijaksana Untuk mengungkapkan maknanya secara jelas. Gajah-gajah besar akan memahami Apa yang diajarkan gajah kepada gajah.

  16. Bebas dari keinginan, bebas dari kebencian, Bebas dari delusi, tanpa kekotoran, Sang gajah, dengan meninggalkan tubuh mereka, Merealisasikan nibbāna tanpa kekotoran.