Khuddaka Nikāya, atau “Kumpulan teks kecil” (Pāḷi khudda = “lebih kecil”), bagian ke lima dari Sutta Piṭaka, adalah kumpulan yang luas yang terdiri dari lima belas buku (Tipiṭaka Thailand), tujuh belas (Tipiṭaka Sri Lanka), atau delapan belas (Tipiṭaka Burma)

Professor Hirakawa Akira menyatakan bahwa Khuddaka Nikāya mewakili tahapan dalam pengembangan Kanon Pali / Agama Sutra dimana materi-materi baru tidak ditambahkan lagi dalam Nikāya yang lain, tetapi hanya ditambahkan dalam Khuddaka Nikāya saja. Khuddaka Nikāya merupakan tempat mengumpulkan materi-materi yang tidak termasuk dalam 4 Nikāya lainnya (Dīgha Nikāya, Majjhima Nikāya, Saṃyutta Nikāya, Aṅguttara Nikāya) dan karena itu mengandung teks-teks awal dan belakangan. Beberapa sekte yang menambahkan Khuddaka dalam Kanonnya adalah Mahisasaka, Dharmaguptaka dan Mahasanghika. Khuddaka Nikāya dari aliran Theravāda adalah hanya satu-satunya yang masih ada dari aliran-aliran tersebut.1

Pada awalnya mungkin Khuddaka Nikāya memuat teks-teks kecil yang tidak dapat dimasukkan ke dalam empat Nikāya lainnya. Akan tetapi banyak teks-teks yang dibuat belakangan dalam berabad-abad dimasukkan kedalam Khuddaka Nikāya, sekarang Khuddaka Nikāya merupakan Nikāya yang paling banyak isinya.2

Khuddaka Nikāya bisa dibagi menjadi dua strata berdasarkan isi teksnya. Strata awal memiliki struktur yang antik, yang sepenuhnya dalam bentuk syair (Dhammapada, Theragāthā dan Therīgāthā) atau campuran prosa dan syair (Suttanipāta, Udāna dan Itivuttaka). Sisanya, seperti Paṭisambhidāmagga dan dua Nidesa, yang mewakili sudut pandang Theravāda, dibuat pada masa Buddhisme Sektarian, ketika aliran/sekolah awal lainnya mengambil jalur yang berbeda dalam pengembangan ajarannya.2

  • Jātaka
  • Khuddakapāṭha
  • Vimānavatthupāḷi
  • Petavatthu
  • Apadāna
  • Buddhavaṃsa
  • Cariyāpiṭaka
  • Niddesa
  • Paṭisambhidāmagga
  • Nettippakaraṇa (Hanya pada edisi Burma dan Sinhala, tidak pada edisi Thailand)
  • Milindapañha (Hanya pada edisi Burma dan Sinhala, tidak pada edisi Thailand)
  • Peṭakopadesa (Hanya pada edisi Burma, tidak pada edisi Sinhala dan Thailand)

Catatan Kaki
  1. A History of Indian Buddhism, Hirakawa Akira, translated and edited by Paul Groner, Motilal Banarsidass Publishers, Delhi, 1993, page 128
  2. Kumpulan Khotbah Sang Buddha, Bhikkhu Bodhi, DhammaCitta Press, Jakarta, 2012.