1. Sejak aku meninggalkan keduniawian Dari kehidupan rumah tangga menuju kehidupan tanpa rumah, Aku tidak ingat pada kehendak apapun Yang tidak mulia dan penuh kebencian

  2. “Semoga makhluk-makhluk ini terbunuh! Semoga mereka dibantai! Semoga mereka menderita!’ – Aku tidak ingat pernah memiliki kehendak demikian Sepanjang rentang waktu yang lama ini.

  3. Aku ingat pada cinta-kasih, Tanpa batas dan terkembang dengan baik, Yang dibangun secara bertahap, Seperti yang diajarkan oleh Sang Buddha.

  4. Aku adalah teman dan sahabat semua makhluk, Berbelas kasih pada semua makhluk, Dengan mengembangkan pikiran cinta kasih, Dan selalu bergembira dalam tidak mencelakai.

  5. Tidak tergerak, tidak tergoyahkan, Aku menggembirakan pikiran. Aku mengembangkan keberdiaman luhur, Yang tidak dikembangkan oleh orang-orang jahat.

  6. Setelah memasuki keadaan meditasi tanpa pemikiran, Seorang siswa Sang Buddha Pada saat itu terberkahi Dengan keheningan mulia.

  7. Bagaikan gunung batu Yang tidak tergoyahkan dan tertanam kokoh; Demikian pula ketika delusi berakhir, Seorang bhikkhu, bagaikan gunung, tidak gemetar.

  8. Pada seorang yang tanpa cela Yang selalu mencari kemurnian, Bahkan kejahatan seujung rambut Tampak sebesar awan.

  9. Seperti halnya sebuah kota perbatasan, Yang dijaga di dalam dan di luar, Demikian pula engkau harus menjaga dirimu – Jangan biarkan waktu melampauimu.

  10. Aku tidak mendambakan kematian; Aku tidak mendambakan kehidupan; Aku menunggu waktuku, Bagaikan seorang pekerja menunggu upahnya.

  11. Aku tidak mendambakan kematian; Aku tidak mendambakan kehidupan; Aku menunggu waktuku, Sadar dan penuh perhatian.”

  12. Aku telah melayani Sang Guru Dan memenuhi ajaran Sang Buddha Beban berat telah diturunkan, Aku telah melepaskan kemelekatan untuk terlahir kembali Ke dalam kehidupan apapun juga.

  13. Aku telah mencapai tujuan Yang karenanya aku meninggalkan keduniawian Dari kehidupan rumah tangga menuju kehidupan tanpa rumah – Akhir dari segala belenggu.

  14. Berusahalah dengan tekun: Ini adalah nasihatku. Mari, aku akan merealisasi nibbāna – Aku terbebaskan dalam segala cara.

  1. Bagaikan seekor kuda berdarah murni yang baik, Yang terpasang pada sebuah kereta, menahankan bebannya, Ditindas oleh beban berat, Namun tidak berusaha untuk melepaskan diri dari gandar;

  2. Demikian pula, mereka yang dipenuhi pemahaman Seperti lautan yang dipenuhi dengan air, Tidak memandang rendah orang lain; Ini adalah Dhamma mulia sehubungan dengan makhluk-makhluk hidup.

  3. Orang-orang yang berada di bawah pengaruh waktu, Di bawah pengaruh kelahiran kembali Ke dalam kehidupan demi kehidupan, Mengalami penderitaan, Dan para pemuda itu bersedih dalam hidup ini.

  4. Gembira karena apapun yang membahagiakan, Sedih karena apapun yang menyusahkan: Kedua hal ini menghancurkan si dungu, Yang tidak melihat sesuai kenyataan.

  5. Tetapi mereka yang dalam penderitaan mau pun dalam kebahagiaan, Dan di tengah-tengah telah mengatasi sang penenun; Mereka tegak bagaikan pilar istana, Tidak gembira juga tidak bersedih.

  6. Tidak pada keuntungan atau kerugian, Tidak pada kemasyhuran atau reputasi, Tidak pada kritikan atau pujian, Tidak pada penderitaan atau kebahagiaan –

  7. Para bijaksana tidak melekat pada apapun, Bagaikan tetesan air di atas daun-teratai. Mereka berbahagia di manapun juga, Dan tidak terkalahkan di manapun juga.

  8. Ada kerugian yang baik, Dan ada keuntungan yang buruk. Kerugian yang baik adalah lebih baik Daripada keuntungan yang buruk.

  9. Ada kemasyhuran dari orang-orang yang tidak cerdas, Dan ada ketidak-masyhuran dari orang-orang bijaksana. Ketidak-masyhuran dari orang-orang bijaksana adalah lebih baik Daripada kemasyhuran dari orang-orang yang tidak cerdas.

  10. Ada pujian dari orang-orang dungu, Dan ada krtikan dari orang-orang bijaksana. Kritikan dari orang-orang bijaksana adalah lebih baik Daripada pujian dari orang-orang dungu.

  11. Ada kebahagiaan kenikmatan indriawi, Dan ada penderitaan keterasingan. Penderitaan keterasingan adalah lebih baik Daripada kebahagiaan kenikmatan indriawi.

  12. Ada kehidupan tanpa kebaikan, Dan ada kematian dengan kebaikan. Kematian dengan kebaikan adalah lebih baik Daripada kehidupan tanpa kebaikan.

  13. Mereka yang telah meninggalkan Kenikmatan-kenikmatan indriawi dan kemarahan, Batin mereka damai sehubungan dengan kelahiran kembali Dalam satu kehidupan atau kehidupan lainnya, Mereka mengembara di dunia tanpa melekat, Bagi mereka tidak ada yang dicintai atau tidak dicintai.

  14. Setelah mengembangkan fakor-faktor pencerahan, Indria-indria spiritual, dan kekuatan-kekuatan, Aku telah mencapai kedamaian tertinggi: Nibbāna tanpa kekotoran.