1. Ketika seorang bijaksana sepenuhnya memahami Usia tua dan kematian itu – Yang padanya seorang dungu yang tidak tercerahkan terikat – Adalah penderitaan; dan mereka penuh perhatian, berlatih jhāna: Tidak ada kenikmatan yang melebihi ini.

  2. Ketika kemelekatan, pembawa penderitaan, Dan ketagihan, pembawa penderitaan Dari kumpulan proliferasi ini, Dihancurkan; dan mereka penuh perhatian, berlatih jhāna: Tidak ada kenikmatan yang melebihi ini.

  3. Ketika Jalan Mulia Berunsur Delapan yang membahagiakan, Jalan tertinggi, pembersih segala noda, Terlihat dengan kebijaksanaan; Dan mereka penuh perhatian, berlatih jhāna: Tidak ada kenikmatan yang melebihi ini.

  4. Ketika seseorang mengembangkan keadaan damai itu, Tanpa dukacita, tanpa noda, tak terkondisi, Pembersih segala noda, Dan pemotong belenggu dan ikatan: Tidak ada kenikmatan yang melebihi ini.

  5. Ketika petir menggelegar di langit, Dan hujan deras turun Di jalur burung-burung di mana-mana, Dan seorang bhikkhu masuk ke gua di gunung, Berlatih jhāna: Tidak ada kenikmatan yang melebihi ini.

  6. Ketika duduk di tepi sungai yang terselimuti bunga-bunga, Berhiaskan tanaman hutan warna-warni Seseorang sungguh bahagia, berlatih jhāna: Tidak ada kenikmatan yang melebihi ini.

  7. Ketika pada tengah malam di hutan sunyi, Dan langit hujan, dan singa mengaum, Dan seorang bhikkhu masuk ke gua di gunung, Berlatih jhāna: Tidak ada kenikmatan yang melebihi ini.

  8. Ketika pemikiran seseorang telah berhenti, Bermeditasi di antara dua gunung, Ternaungi di dalam celah, Tanpa kesusahan atau kekejaman, berlatih jhāna: Tidak ada kenikmatan yang melebihi ini.

  9. Ketika seseorang berbahagia, penghancur noda-noda, Kekejaman, dan kesusahan, Tanpa halangan, kekusutan, dan anak panah, Dan dengan segala kekotoran dimusnahkan, berlatih jhāna: Tidak ada kenikmatan yang melebihi ini.