1. Jangan terlibat dalam banyak pekerjaan, Hindari orang-orang, dan jangan berusaha untuk mendapatkan lebih banyak barang kebutuhan. Jika engkau berhasrat dan serakah atas rasa kecapan, Engkau akan kehilangan tujuan yang menghasilkan kebahagiaan itu.

  2. Mereka mengetahui bahwa ini sungguh adalah lumpur, Penghormatan dan pemujaan ini Di antara keluarga-keluarga terhormat. Kehormatan adalah anak panah halus, sulit dicabut, Dan sulit bagi seorang jahat untuk melepaskannya.

  3. Perbuatanmu tidaklah buruk Karena apa yang dilakukan orang lain. Engkau sendiri yang seharusnya tidak berbuat buruk, Karena orang-orang memiliki perbuatan sebagai kerabatnya.

  4. Engkau bukanlah seorang penjahat Karena apa yang dikatakan orang lain, Dan engkau bukanlah seorang bijaksana Karena apa yang dikatakan orang lain; Akan tetapi sebagaimana engkau mengenali dirimu sendiri, Demikianlah para dewa akan mengenalimu.

  5. Orang-orang lain tidak mengerti Bahwa di sini kita mendekati akhir Mereka yang memahami hal ini Mengakhiri pertengkaran mereka.

  6. Seorang bijaksana bertahan hidup, Bahkan setelah kehilangan kekayaannya; Tetapi tanpa memperoleh kebijaksanaan, Bahkan seorang kaya tidak benar-benar hidup.

  7. Semua yang didengar dengan telinga, Semua yang dilihat dengan mata, Para bijaksana tidak memikirkan semua itu Bahwa yang dilihat dan didengar Adalah selayaknya ditolak.

  8. Walaupun Engkau memiliki mata, jadilah seolah-olah buta; Walaupun Engkau memiliki telinga, jadilah seolah-olah tuli; Walaupun Engkau memiliki kebijaksanaan, jadilah seolah-olah bodoh; Walaupun Engkau memiliki kekuatan, jadilah seolah-olah lemah; Kemudian, ketika tujuan telah terealisasikan, Engkau boleh berbaring di atas ranjang-kematianmu.

  1. Tanpa kemarahan atau kekesalan, Tanpa kebohongan, dan meninggalkan fitnah, Seorang bhikhu demikian, seimbang, Tidak berdukacita setelah kematian.

  2. Tanpa kemarahan atau kekesalan, Tanpa kebohongan, dan meninggalkan fitnah, Seorang bhikhu dengan pintu-pintu indria terjaga, Tidak berdukacita setelah kematian.

  3. Tanpa kemarahan atau kekesalan, Tanpa kebohongan, dan meninggalkan fitnah, Seorang bhikhu dengan moralitas baik Tidak berdukacita setelah kematian.

  4. Tanpa kemarahan atau kekesalan, Tanpa kebohongan, dan meninggalkan fitnah, Seorang bhikhu dengan teman-teman yang baik, Tidak berdukacita setelah kematian.

  5. Tanpa kemarahan atau kekesalan, Tanpa kebohongan, dan meninggalkan fitnah, Seorang bhikhu dengan kebijaksanaan yang baik, Tidak berdukacita setelah kematian.

  6. Siapapun yag berkeyakinan pada Sang Tathāgatha, Yang tak tergoyahkan dan tegak dengan kokoh, Yang etikanya baik, Menyenangkan bagi para mulia, dan terpuji.

  7. Yang berkeyakinan pada Saṅgha, Dan yang penglihatannya lurus – Mereka disebut “bebas dari kemiskinan”; Kehidupan mereka tidak sia-sia.

  8. Oleh karena itu seorang bijaksana akan menekuni Keyakinan, moralitas, Kepercayaan, dan penglihatan Dhamma, Mengingat ajaran para Buddha.

  1. Ketika aku pertama kali melihat Sang Guru, Yang bebas dari ketakutan dari segala arah, Aku terpesona, Karena aku melihat manusia terbaik.

  2. Jika engkau beruntung Menemukan seorang guru demikian, Tetapi engkau menolaknya, Maka engkau akan kehilangan kesempatanmu.

  3. Maka aku meninggalkan anak-anak dan istriku, Kekayaan dan hasil panenku; Aku memotong ambut dan janggutku, Dan meninggalkan keduniawian menuju kehidupan tanpa rumah.

  4. Dengan memiliki latihan dan penghidupan monastik, Indria-indriaku terkekang dengan baik, Memberi hormat kepada Sang Buddha, Aku berdiam tak terkalahkan.

  5. Kemudian aku betekad, Keinginan tulusku: Aku tidak akan duduk, bahkan untuk sesaat, Hingga anak panah ketagihan tercabut.

  6. Sewaktu aku berdiam seperti ini, Lihatlah kegigihan dan usahaku! Aku telah mencapai tiga pengetahuan, Dan memenuhi ajaran Sang Buddha.

  7. Aku mengetahui kehidupan lampauku; Mata-batinku jernih, Aku adalah seorang Arahant, layak menerima persembahan. Terbebaskan, tanpa kemelekatan.

  8. Kemudian, pada akhir malam itu, Menjelang matahari terbit, Segala ketagihanku mengering, Maka aku duduk bersila.