1. Mencari kemurnian dengan cara yang salah, Aku memuja api suci di hutan. Tidak mengetahui jalan menuju kemurnian, Aku menyiksa dagingku untuk mencari keabadian

  2. Aku telah memperoleh kebahagiaan ini melalui kebahagiaan: Lihatlah keunggulan Dhamma! Aku telah mencapai tiga pengetahuan, Dan memenuhi ajaran Sang Buddha.

  3. Di masa lalu aku terhubung dengan Brahmā, Tetapi sekarang aku adalah brahmana sejati: Aku memiliki tiga pengetahuan, aku bersih, Aku adalah seorang anggota baru Dan aku sempurna dalam pengetahuan suci.

  1. Aku meninggalkan keduniawian lima hari lalu, Seorang siswa, dengan tujuan yang belum tercapai. Aku memasuki tempat kediamanku, Dan sebuah aspirasi muncul dalam pikiranku.

  2. Aku tidak akan makan; aku tidak akan minum; Aku tidak akan meninggalkan tempat kediamanku; Aku juga tidak akan berbaring – Hingga panah ketagihan tercabut.

  3. Lihatlah kegigihan dan usahaku Sewaktu aku mempraktikkan jalan ini! Aku telah mencapai tiga pengetahuan, Dan memenuhi ajaran Sang Buddha.

  1. Siapapun yang ingin melakukan setelahnya Apa yang seharusnya mereka lakukan sebelumnya Mereka kehilangan penyebab kebahagiaan, Dan setelah itu mereka tersiksa oleh penyesalan.

  2. Engkau harus mengatakan hanya apa yang akan engkau lakukan; Engkau seharusnya tidak mengatakan apa yang tidak akan engkau lakukan. Para bijaksana akan mengenali Orang yang berbicara tanpa melakukan.

  3. Oh! nibbāna sungguh membahagiakan, Seperti yang diajarkan oleh Sang Buddha yang tercerahkan sempurna: Tanpa dukacita, tanpa noda, aman; Di mana segala penderitaan lenyap.

  1. Seseorang yang mengharapkan kehidupan pertapaan, Ingin hidup dalam kebahagiaan, Tidak boleh memandang rendah jubah Saṅgha, Atau makanan dan minumannya.

  2. Seseorang yang mengharapkan kehidupan pertapaan, Ingin hidup dalam kebahagiaan, Harus menetap di dalam tempat tinggal Saṅgha, Bagaikan seekor ular di lubang tikus.

  3. Seseorang yang mengharapkan kehidaupan pertapaan, Ingin hidup dalam kebahagiaan, Harus puas dengan apapun yang diberikan, Dengan mengembangkan satu kualitas ini.

  1. “Hari terlalu dingin, terlalu panas, Terlalu siang,” mereka mengatakan. Mereka yang melalaikan pekerjaan mereka seperti ini – Kesempatan akan berlalu.

  2. Tetapi seorang yang menganggap panas dan dingin Sebagai tidak lebih dari sehelai rumput; Ia melakukan tugas-tugasnya, Dan kebahagiaannya tidak pernah berkurang.

  3. Dengan dadaku aku akan mendorong ke samping Rerumputan, tanaman merambat dan menjalar, Dan menekuni keterasingan.

  1. “Satu di antara para bhikkhu yang menetap di Pāṭaliputta – Pembabar yang cemerlang, dan sangat terpelajar – Berdiri di pintu: Orang tua itu, Khujjasobhita.

  2. Satu di antara para bhikkhu yang menetap di Pāṭaliputta – Pembabar yang cemerlang, dan sangat terpelajar – Berdiri di pintu: Seorang tua, gemetar tertiup angin.”

  3. Dengan peperangan yang diperjuangkan dengan baik, dengan pengorbanan yang dilakukan dengan baik. Dengan menang dalam pertempuran; Dengan menjalani kehidupan spiritual: Itu adalah bagaimana orang ini berkembang dalam kebahagiaan.”

  1. Siapapun di antara mereka Yang menyakiti makhluk lain: Dari dunia ini dan dunia berikutnya, Orang itu akan jatuh.

  2. Tetapi seseorang dengan pikiran cinta-kasih, Berbelas kasih kepada semua makhluk: Orang demikian Menumbuhkan jasa yang berlimpah.

  3. Seseorang harus berlatih dalam ucapan yang baik, Dalam melayani para petapa, Dalam duduk sendirian di tempat-tempat tersembunyi, Dan dalam menenangkan pikiran.

  1. Aku adalah satu-satunya dalam keluargaku Yang memiliki keyakinan dan kebijaksanaan Adalah baik bagi para sanak saudaraku bahwa aku Kokoh dalam Dhamma, dan perilakuku bermoral.

  2. Aku mencela keluargaku demi belas kasihan Menegur mereka karena cintaku Kepada keluarga dan sanak saudaraku.

  3. Mereka melayani para bhikkhu Dan kemudian mereka meninggal dunia, Untuk menemukan kebahagiaan di surga Tiga Puluh Tiga. Di sana, saudara-saudara dan ibuku bergembira Dengan segala kenikmatan yang mereka inginkan.

  1. Dengan lutut menonjol, Kurus, dengan urat-urat saling silang di kulitnya, Makan dan minum secukupnya – Semangat orang ini tidak mengendur.

  2. “Diganggu oleh lalat dan nyamuk Di dalam hutan yang menakjubkan; Seseorang harus dengan penuh perhatian menahankan, Bagaikan gajah di garis depan peperangan.

  3. Seorang bhikkhu sendirian adalah bagaikan Brahmā; Sepasang bhikkhu adalah bagaikan deva; Bertiga adalah seperti sebuah desa; Dan lebih dari itu adalah rakyat jelata.”

  1. Di masa lalu engkau memiliki keyakinan, Sekarang engkau tidak memiliki apa-apa. Apa yang menjadi milikmu adalah milikmu; Aku tidak melakukan kesalahan apapun.

  2. Keyakinan adalah tidak kekal. Berubah-ubah – Demikianlah yang kulihat. Nafsu orang-orang berkembang dan menyusut: Mengapakah seorang bijaksana bertambah tua dengan mencemaskan hal itu?

  3. Makanan seorang bijaksana dimasak Sedikit demi sedikit, di keluarga ini atau itu. Aku akan berjalan untuk menerima dana makanan, Karena kakiku kuat.

  1. Seorang yang baru meninggalkan keduniawian, Yang telah meninggalkan rumah mereka karena keyakinan, Harus bergaul dengan teman-teman spiritual, Yang penghidupannya murni, dan yang tidak malas.

  2. Seorang yang baru meninggalkan keduniawian, Yang telah meninggalkan rumah mereka karena keyakinan, Seorang bhikkhu yang menetap bersama dengan Saṅgha, Karena bijaksana, akan berlatih dalam disiplin monastik.

  3. Seorang yang baru meninggalkan keduniawian, Yang telah meninggalkan rumah mereka karena keyakinan, Terampil dalam apa yang sesuai dan apa yang tidak sesuai, Akan mengembara tanpa terganggu.

  1. Sayang sekali, aku cerdas dan damai, Tetapi hanya cukup untuk menganalisis makna secara kritis. Lima jenis kenikmatan indriawi di dunia, Begitu terdelusi, adalah kegagalanku.

  2. Memasuki wilayah Māra, Aku tertusuk oleh panah yang kuat; Tetapi aku mampu melepaskan diriku Dari perangkap yang dipasang oleh raja kematian.

  3. Segala kenikmatan indria telah ditinggalkan, Kelahiran kembali di dalam segala jenis kehidupan telah tercabik, Transmigrasi melalui kelahiran telah usai, Sekarang tidak ada lagi kelahiran kembali Ke dalam kehidupan apapun juga.

  1. Semua keluargaku yang berkumpul di sini, Dengarkan aku, Aku akan mengajarkan Dhamma kepada kalian! Terlahir kembali berulang-ulang adalah penderitaan.

  2. Bangunlah, lepaskanlah! Tekuni ajaran Sang Buddha! Gilaslah bala tentara kematian, Bagaikan gajah menggilas gubuk jerami.

  3. Siapapun yang hidup dengan tekun Dalam Dhamma dan disiplin ini, Akan meninggalkan transmigrasi melalui kelahiran demi kelahiran, Dan mengakhiri penderitaan.

  1. Dengan bertransmigrasi, aku pergi ke neraka; Berulang-ulang, aku pergi ke alam hantu; Sering kali aku berdiam lama Dalam penderitaan di alam binatang.

  2. Aku juga terlahir kembali sebagai manusia; Dari waktu ke waktu aku pergi ke surga; Aku berdiam di alam materi Dan tanpa materi, Di antara yang memiliki-persepsi-juga-tanpa-persepsi, Dan yang tanpa-persepsi.

  3. Aku memahami alam-alam kehidupan ini Sebagai tidak berarti: Terkondisi, tidak stabil, dan selalu berubah. Ketika aku memahami asal mula Kelahiran kembali dalam diriku, Dengan penuh perhatian, aku menemukan kedamaian.

  1. Siapapun yang ingin melakukan setelahnya Apa yang seharusnya mereka lakukan sebelumnya Mereka kehilangan penyebab kebahagiaan, Dan setelah itu mereka tersiksa oleh penyesalan.

  2. Engkau harus mengatakan hanya apa yang akan engkau lakukan; Engkau seharusnya tidak mengatakan apa yang tidak akan engkau lakukan. Para bijaksana akan mengenali Orang yang berbicara tanpa melakukan.

  3. Oh! nibbāna sungguh membahagiakan, Seperti yang diajarkan oleh Sang Buddha: Tanpa dukacita, tanpa noda, aman; Di mana segala penderitaan lenyap.

  1. Menghindari teman-teman jahat, Engkau harus bergaul dengan teman-teman baik. Turuti nasihat yang ia berikan kepadamu, Dengan beraspirasi pada kebahagiaan yang tak tergoyahkan.

  2. Jika seseorang yang tersesat di tengah samudra, Merayap naik ke atas kayu kecil, mereka akan tenggelam; Demikian pula, bahkan seorang yang baik akan tenggelam Jika mereka bersandar pada orang malas. Maka hindarilah mereka yang malas, tanpa kegigihan.

  3. Sebaliknya, berdiamlah dengan para bijaksana – Terasing, mulia, Teguh, berlatih jhāna, Dan selalu bersemangat.