easter-japanese

“Para bhikkhu, dengan awas dan penuh perhatian, kembangkanlah konsentrasi yang tanpa batas.1 Ketika, dengan awas dan penuh perhatian, kalian mengembangkan konsentrasi yang tanpa batas, maka lima jenis pengetahuan muncul yang menjadi milik kalian pribadi. Apakah lima ini? (1) Pengetahuan ini muncul yang menjadi milik kalian pribadi: ‘Konsentrasi ini menyenangkan pada saat ini dan memiliki akibat menyenangkan di masa depan.’ (2) Pengetahuan ini muncul yang menjadi milik kalian pribadi: ‘Konsentrasi ini adalah mulia dan spiritual.’ (3) Pengetahuan ini muncul yang menjadi milik kalian pribadi: ‘Konsentrasi ini tidak dipraktikkan oleh orang-orang rendah.’ (4) Pengetahuan ini muncul yang menjadi milik kalian pribadi: ‘Konsentrasi ini adalah damai dan luhur, diperoleh melalui ketenangan penuh, dan mencapai penyatuan; tidak dikekang dan ditahan melalui penekanan [kekotoran] secara paksa.’2 (5) Pengetahuan ini muncul yang menjadi milik kalian pribadi: ‘Aku memasuki konsentrasi3 ini dengan penuh perhatian dan keluar dari sana dengan penuh perhatian.’ Para bhikkhu, dengan awas dan penuh perhatian, kembangkanlah konsentrasi yang tanpa batas. Ketika kalian dengan awas dan penuh perhatian mengembangkan konsentrasi yang tanpa batas, maka kelima jenis pengetahuan ini muncul yang menjadi milik kalian pribadi.” [25]


Catatan Kaki
  1. Appamāṇan. Mp: “Hampa dari kualitas-kualitas pembuat batas, melampaui keduniawian” (pamāṇakaradhammarahitaṃ lokuttaraṃ). Biasanya, Nikāya-nikāya mengidentifikasi konsentrasi tanpa batas sebagai empat alam brahma (brahmavihāra), tetapi beberapa teks juga mengenali konsentrasi tanpa batas yang melampaui keduniawian, yang diperoleh melalui hancurnya tiga kualitas “penghasil-batas”: keserakahan, kebencian, dan delusi. Baca MN 43:35, I 298, 8-9; SN 41:7, IV 297,11-12. ↩︎

  2. Baca Jilid 1 p.560, catatan 560-61. ↩︎

  3. Be menghilangkan samādhiṁ. Jelas ini bukanlah kesalahan pencetakan, karena menurut satu catatan dalam Ee, penghilangan serupa juga sering terjadi pada naskah-naskah Burma. ↩︎