easter-japanese

“Para bhikkhu, ada empat jenis keyakinan terunggul ini. Apakah empat ini?

(1) “Sejauh apa pun jangkauan makhluk-makhluk yang ada, apakah yang tanpa kaki atau berkaki dua, berkaki empat, atau berkaki banyak, apakah berbentuk atau tanpa bentuk, apakah memiliki persepsi atau tanpa persepsi, atau bukan memiliki persepsi juga bukan tanpa persepsi, Sang Tathāgata, Sang Arahant, Yang Tercerahkan Sempurna dinyatakan sebagai yang terunggul di antara semua makhluk itu. Mereka yang memiliki keyakinan pada Sang Buddha memiliki keyakinan pada yang terunggul, dan mereka yang memiliki keyakinan pada yang terunggul, hasilnya juga terunggul.

(2) “Sejauh apa pun jangkauan fenomena-fenomena terkondisi yang ada, Jalan Mulia Berunsur Delapan dinyatakan sebagai yang terunggul di antara fenomena-fenomena terkondisi itu. Mereka yang memiliki keyakinan pada Jalan Mulia Berunsur Delapan memiliki keyakinan pada yang terunggul, dan mereka yang memiliki keyakinan pada yang terunggul, hasilnya juga terunggul.

(3) “Sejauh apa pun jangkauan fenomena-fenomena terkondisi ataupun yang tidak terkondisi yang ada,1 kebosanan dinyatakan sebagai yang terunggul di antara fenomena-fenomena terkondisi atau pun tidak terkondisi itu, yaitu, penghancuran keangkuhan, pelenyapan kehausan, pencabutan kemelekatan, penghentian lingkaran, hancurnya ketagihan, kebosanan, lenyapnya, nibbāna. Mereka yang memiliki keyakinan pada Dhamma memiliki keyakinan pada yang terunggul, dan mereka yang memiliki keyakinan pada yang terunggul, hasilnya juga terunggul.

(4) “Sejauh apa pun jangkauan Saṅgha atau kelompok-kelompok yang ada, Saṅgha para siswa Sang Tathāgata dinyatakan sebagai yang terunggul di antara kelompok-kelompok itu, yaitu, empat pasang orang, delapan jenis individu - Saṅgha para siswa Sang Bhagavā ini layak menerima pemberian, layak menerima keramahan, layak menerima persembahan, layak menerima penghormatan, lahan jasa yang tiada taranya di dunia. [35] Mereka yang memiliki keyakinan pada Saṅgha memiliki keyakinan pada yang terunggul, dan mereka yang memiliki keyakinan pada yang terunggul, hasilnya juga terunggul.

“Ini adalah keempat jenis keyakinan yang terunggul itu.”

Bagi mereka yang berkeyakinan sehubungan dengan yang terunggul, mengetahui Dhamma yang terunggul, berkeyakinan pada Sang Buddha – yang terunggul – tidak tertandingi, layak menerima persembahan;

Bagi mereka yang berkeyakinan pada Dhamma yang terunggul, dalam kedamaian kebosanan yang membahagiakan; bagi mereka yang berkeyakinan pada Saṅgha yang terunggul, lahan jasa yang tiada taranya;

Bagi mereka yang memberikan pemberian kepada yang terunggul, jenis jasa yang terunggul meningkat: terunggul dalam hal umur kehidupan, kecantikan, dan kemuliaan, reputasi baik, kebahagiaan, dan kekuatan.

Para bijaksana yang memberikan kepada yang terunggul,2 terkonsentrasi pada Dhamma yang terunggul, setelah menjadi deva atau manusia, bergembira, setelah mencapai yang terunggul.


Catatan Kaki
  1. Yāvatā bhikkhave dhammā saṅkhatā vā asaṅkhatā vā. Dalam Nikāya-nikāya, satu-satunya dhamma yang secara eksplisit dikatakan sebagai tidak terkondisi adalah nibbāna. Semua dhamma lainnya, pikiran dan materi, adalah terkondisi. Dengan demikian yang terbaik dari segala dhamma terkondisi adalah jalan mulia berunsur delapan, yang menuntun menuju yang tidak terkondisi. ↩︎

  2. Aggassa dātā. It-a II 111,5-7, menjelaskan bahwa bentuk datif-genitif aggassa dapat dipahami sebagai menunjuk baik kepada si penerima pemberian atau pun kepada benda yang diberikan: “Seorang pemberi yang memberikan kepada yang terunggul: seorang pemberi kepada Tiga Permata, yang adalah yang terunggul; atau seseorang yang menghasilkan jasa dengan memberikan pemberian tertinggi dari benda yang terunggul” (aggassa ratanattayassa dātā, atha vā aggassa deyyadhammassa dānaṃ uḷāraṃ katvā tattha puññaṃ pavattetā). ↩︎