easter-japanese

“Para bhikkhu, jika seorang petugas pembagi makanan1 memiliki empat kualitas, maka ia ditempatkan di neraka seolah-olah dibawa kesana. Apakah empat ini? Ia mengambil jalan yang salah karena keinginan, karena kebencian, karena delusi, atau karena ketakutan. Jika seorang pembagi makanan memiliki keempat kualitas ini, maka ia ditempatkan di neraka seolah-olah dibawa kesana.

“Para bhikkhu, jika seorang pembagi makanan memiliki empat kualitas, ia ditempatkan di surga seolah-olah dibawa kesana. Apakah empat ini? Ia tidak mengambil jalan yang salah karena keinginan, karena kebencian, karena delusi, atau karena ketakutan. Jika seorang pembagi makanan memiliki keempat kualitas ini, ia ditempatkan di surga seolah-olah dibawa kesana.”

Orang-orang itu yang tidak terkendali dalam kenikmatan indria, yang tidak baik, tidak menghormati Dhamma pergi [dengan tersesat] melalui keinginan, kebencian, dan ketakutan2 disebut kumpulan yang ternoda. Demikianlah dikatakan oleh Sang Petapa yang mengetahui.

Oleh karena itu orang-orang baik itu yang terpuji kokoh dalam Dhamma, yang tidak melakukan kejahatan, tidak terpengaruh oleh keinginan, kebencian, dan ketakutan, disebut kumpulan unggulan. Demikianlah dikatakan oleh Sang Petapa yang mengetahui. [20]


Catatan Kaki
  1. Bhattuddesika. Bhikkhu yang bertanggung jawab untuk membagi persembahan makanan dan undangan kepada para bhikkhu lain. Mengenai wewenang dan diskualifikasinya, baca 5:272. ↩︎

  2. Be menyebutkan seluruh empat motif: chandā dosā mohā ca bhayā gāmino. Dan dalam bait berikutnya: na chandā na dosā na mohā na bhayā ca gāmino. ↩︎