“Para bhikkhu, ada dua hal ini. Apakah dua ini? Kebebasan pikiran dan kebebasan melalui kebijaksanaan. Ini adalah kedua hal itu.”1

“Para bhikkhu, ada dua hal ini. Apakah dua ini? (88) Pengerahan usaha dan ketidak-kacauan … (89) Nama dan bentuk … (90) Pengetahuan sejati dan kebebasan … (91) pandangan penjelmaan dan pandangan pemusnahan … (92) Tanpa rasa malu dan tanpa rasa takut … (93) Rasa malu dan rasa takut … (94) Sulit dikoreksi dan pertemanan yang buruk … (95) Mudah dikoreksi dan pertemanan yang baik … (96) Kemahiran dalam hal elemen-elemen dan kemahiran dalam pengamatan … [84] … (97) Kemahiran sehubungan dengan pelanggaran-pelanggaran dan kemahiran sehubungan dengan rehabilitasi atas pelanggaran-pelanggaran. Ini adalah kedua hal itu.”


Catatan Kaki
  1. Mp: “Kebebasan pikiran (cetovimutti) adalah konsentrasi buah [Kearahattaan], kebebasan melalui kebijaksanaan (paññāvimutti) adalah kebijaksanaan buah.” Interpretasi ini mengasumsikan bahwa kedua ini digabungkan, seperti dalam ungkapan anāsavaṃ cetovimuttiṃ paññāvimuttiṃ. Akan tetapi, adalah mungkin bahwa cetovimutti lokiya dicapai secara terpisah dari paññāvimutti. Untuk pembahasan tentang perbedaan antara cetovimutti lokiya dan jenis yang melampaui keduniawian, baca MN 43.30-37, I 297-98, dan SN 41.7, IV 295-97.