“Para bhikkhu, kualitas-kualitas tidak bermanfaat yang buruk muncul dengan suatu landasan, bukan tanpa landasan. Dengan meninggalkan landasan ini, maka kualitas-kualitas tidak bermanfaat yang buruk ini tidak muncul.”1

“Para bhikkhu, kualitas-kualitas tidak bermanfaat yang buruk muncul melalui suatu sumber, bukan tanpa sumber. Dengan meninggalkan sumber ini, maka kualitas-kualitas tidak bermanfaat yang buruk ini tidak muncul.”

“Para bhikkhu, kualitas-kualitas tidak bermanfaat yang buruk muncul melalui suatu penyebab, bukan tanpa penyebab. Dengan meninggalkan penyebab ini, maka kualitas-kualitas tidak bermanfaat yang buruk ini tidak muncul.”

“Para bhikkhu, kualitas-kualitas tidak bermanfaat yang buruk muncul melalui aktivitas-aktivitas penyebab, bukan tanpa aktivitas-aktivitas penyebab. Dengan meninggalkan aktivitas-aktivitas penyebab ini, maka kualitas-kualitas tidak bermanfaat yang buruk ini tidak muncul.”2

“Para bhikkhu, kualitas-kualitas tidak bermanfaat yang buruk muncul dengan suatu kondisi, bukan tanpa kondisi. Dengan meninggalkan kondisi ini, maka kualitas-kualitas tidak bermanfaat yang buruk ini tidak muncul.” [83]

“Para bhikkhu, kualitas-kualitas tidak bermanfaat yang buruk muncul bersama dengan bentuk, bukan tanpa bentuk. Dengan meninggalkan bentuk ini, maka kualitas-kualitas tidak bermanfaat yang buruk ini tidak muncul.”

“Para bhikkhu, kualitas-kualitas tidak bermanfaat yang buruk muncul bersama dengan perasaan, bukan tanpa perasaan. Dengan meninggalkan perasaan ini, maka kualitas-kualitas tidak bermanfaat yang buruk ini tidak muncul.”

“Para bhikkhu, kualitas-kualitas tidak bermanfaat yang buruk muncul bersama dengan persepsi, bukan tanpa persepsi. Dengan meninggalkan persepsi ini, maka kualitas-kualitas tidak bermanfaat yang buruk ini tidak muncul.”

“Para bhikkhu, kualitas-kualitas tidak bermanfaat yang buruk muncul bersama dengan kesadaran, bukan tanpa kesadaran. Dengan meninggalkan kesadaran ini, maka kualitas-kualitas tidak bermanfaat yang buruk ini tidak muncul.”

“Para bhikkhu, kualitas-kualitas tidak bermanfaat yang buruk muncul dengan berdasarkan pada apa yang terkondisi, bukan tanpa landasan pada apa yang terkondisi. Dengan meninggalkan apa yang terkondisi, maka kualitas-kualitas tidak bermanfaat yang buruk ini tidak muncul.”


Catatan Kaki
  1. Mp: “‘Dengan suatu landasan’ berarti ‘dengan suatu alasan.’ Metode yang sama berlaku pada sutta-sutta berikutnya. Karena kata-kata ‘sumber,’ ‘penyebab,’ ‘aktivitas penyebab,’ ‘kondisi,’ dan ‘bentuk’ semuanya adalah sinonim untuk ‘alasan’” (Sanimittā ti sakāraṇā … Nidānaṃ hetu saṅkhāro paccayo rūpan ti sabbāni pi hi etāni kāraṇavevacanān’eva).
  2. Saya mengikuti pengaturan dalam Be dan Ee. Ce tidak menempatkan sutta ini di sini, tetapi karena kata kuncinya adalah sasaṅkhārā, maka disisipkan di bawah, sebagai yang ke empat di antara sutta-sutta tentang kelima kelompok unsur kehidupan. Tampaknya teks yang digunakan oleh komentator bersesuaian dengan Be, karena Mp (baik Ce maupun Be) menjelaskan bahwa nimitta, nidāna, hetu, saṅkhāra, dan paccaya adalah bersinonim.