“Para bhikkhu, ada dua kualitas ini. Apakah dua ini? Kemahiran dalam [memasuki] pencapaian meditatif dan kemahiran dalam keluar dari pencapaian meditatif. Ini adalah kedua kualitas itu.”1

“Para bhikkhu, ada dua kualitas ini. Apakah dua ini? (164) Perilaku sesuai moralitas dan kelembutan … (165) Kesabaran dan kehalusan … (166) Kehalusan dalam berbicara dan keramahan … (167) Ketidak-membahayakan dan kemurnian … (168) Tidak menjaga pintu-pintu indria dan makan berlebihan … (169) Menjaga pintu-pintu indria dan makan secukupnya … (170) Kekuatan refleksi dan kekuatan pengembangan … (171) Kekuatan perhatian dan kekuatan konsentrasi … [95] … (172) Ketenangan dan pandangan terang … (173) Kegagalan dalam perilaku bermoral dan kegagalan dalam pandangan … (174) Keberhasilan dalam perilaku bermoral dan keberhasilan dalam pandangan … (175) Kemurnian perilaku bermoral dan kemurnian pandangan … (176) Kemurnian pandangan dan usaha sesuai dengan pandangannya … (177) Ketidak-puasan sehubungan dengan kualitas-kualitas bermanfaat dan tidak mengenal lelah dalam berusaha … (178) Pikiran yang kacau dan kurangnya pemahaman jernih … (179) Perhatian dan pemahaman jernih. Ini adalah kedua kualitas itu.”


Catatan Kaki
  1. Mp: “Kemahiran dalam [memasuki] pencapaian meditatif (samāpattikusalatā) adalah kecakapan dalam memasuki pencapaian setelah seseorang memahami kecocokan dalam hal makanan dan cuaca. Kemahiran dalam keluar dari pencapaian meditatif (samāpattivuṭṭhānakusalatā) adalah keahlian dalam hal keluar pada saat yang telah ditentukan.