“Para bhikkhu, ada dua jenis pemberian ini. Apakah dua ini? Pemberian benda-benda materi dan pemberian Dhamma. Ini adalah kedua jenis pemberian itu. Di antara kedua jenis pemberian ini, pemberian Dhamma adalah yang terunggul.”

“Para bhikkhu, ada dua jenis persembahan ini. Apakah dua ini? Persembahan benda-benda materi dan persembahan Dhamma. Ini adalah kedua jenis persembahan itu. Di antara kedua jenis persembahan ini, persembahan Dhamma adalah yang terunggul.” [92]

“Para bhikkhu, ada dua jenis kedermawanan ini. Apakah dua ini? Kedermawanan benda-benda materi dan kedermawanan Dhamma. Ini adalah kedua jenis kedermawanan itu. Di antara kedua jenis kedermawanan ini, kedermawanan Dhamma adalah yang terunggul.”

“Para bhikkhu, ada dua jenis pelepasan ini. Apakah dua ini? Pelepasan benda-benda materi dan pelepasan [dengan memberikan] Dhamma. Ini adalah kedua jenis pelepasan itu. Di antara kedua jenis pelepasan ini, pelepasan [dengan memberikan] Dhamma adalah yang terunggul.”

“Para bhikkhu, ada dua jenis kekayaan ini. Apakah dua ini? Kekayaan benda-benda materi dan kekayaan Dhamma. Ini adalah kedua jenis kekayaan itu. Di antara kedua jenis kekayaan ini, kekayaan Dhamma adalah yang terunggul.”

“Para bhikkhu, ada dua jenis kenikmatan ini. Apakah dua ini? Kenikmatan benda-benda materi dan kenikmatan Dhamma. Ini adalah kedua jenis kenikmatan itu. Di antara kedua jenis kenikmatan ini, kenikmatan Dhamma adalah yang terunggul.”

“Para bhikkhu, ada dua jenis keberbagian ini. Apakah dua ini? Berbagi benda-benda materi dan berbagi Dhamma. Ini adalah kedua jenis keberbagian itu. Di antara kedua jenis keberbagian ini, berbagi Dhamma adalah yang terunggul.”

“Para bhikkhu, ada dua cara ini untuk memelihara hubungan yang menyenangkan.1 Apakah dua ini? Memelihara hubungan yang menyenangkan melalui benda-benda materi dan memelihara hubungan yang menyenangkan melalui Dhamma. Ini adalah dua cara untuk memelihara hubungan yang menyenangkan itu. Di antara kedua cara ini, memelihara hubungan yang menyenangkan melalui Dhamma adalah yang terunggul.”

“Para bhikkhu, ada dua jenis bantuan ini. Apakah dua ini? Bantuan dengan benda-benda materi dan bantuan dengan Dhamma. Ini adalah kedua jenis bantuan itu. Di antara kedua jenis bantuan ini, bantuan dengan Dhamma adalah yang terunggul.”

“Para bhikkhu, ada dua jenis belas kasihan ini.2 Apakah dua ini? Belas kasihan yang ditunjukkan dengan benda-benda materi dan belas kasihan yang ditunjukkan dengan Dhamma. Ini adalah kedua jenis belas kasihan itu. Di antara kedua jenis belas kasihan ini, belas kasihan yang ditunjukkan dengan Dhamma adalah yang terunggul.” [93]


Catatan Kaki
  1. Saṅgahā. Baca 4:32 dan Jilid 2 pp.318-319, catatan 70.
  2. Anukampā. Ini adalah kata yang biasanya menyiratkan belas kasihan aktif atau empati, berlawanan dengan karuṇā yang biasanya menyiratkan belas kasihan meditatif.