“Para bhikkhu, dua keinginan ini adalah sulit ditinggalkan. Apakah dua ini? Keinginan pada keuntungan dan keinginan pada kehidupan. Kedua keinginan ini adalah sulit ditinggalkan.”1 [87]

“Para bhikkhu, kedua jenis individu ini adalah jarang di dunia ini. Siapakah dua ini? Seseorang yang berinisiatif dalam menolong orang lain dan seorang yang bersyukur dan berterima kasih. Kedua jenis individu ini adalah jarang di dunia ini.”

“Para bhikkhu, kedua jenis individu ini adalah jarang di dunia ini. Siapakah dua ini? Seseorang yang puas dan seorang yang memberikan kepuasan. Kedua jenis individu ini adalah jarang di dunia ini.”

“Para bhikkhu, kedua jenis individu ini adalah sulit dipuaskan. Siapakah dua ini? Seorang yang menimbun apa yang ia peroleh dan seorang yang menghambur-hamburkan apa yang ia peroleh.2 Kedua jenis individu ini adalah sulit dipuaskan.”

“Para bhikkhu, kedua jenis individu ini adalah mudah dipuaskan. Siapakah dua ini? Seorang yang tidak menimbun apa yang ia peroleh dan seorang yang tidak menghambur-hamburkan apa yang ia peroleh. Kedua jenis individu ini adalah mudah dipuaskan.”

“Para bhikkhu, ada dua kondisi ini bagi munculnya keserakahan. Apakah dua ini? Gambaran dari apa yang menarik dan pengamatan tidak seksama. Ini adalah kedua kondisi bagi munculnya keserakahan itu.”3

“Para bhikkhu, ada dua kondisi ini bagi munculnya kebencian. Apakah dua ini? Gambaran dari apa yang menjijikkan dan pengamatan tidak seksama. Ini adalah kedua kondisi bagi munculnya kebencian itu.”

“Para bhikkhu, ada dua kondisi ini bagi munculnya pandangan salah. Apakah dua ini? Kata-kata [orang] lain dan pengamatan tidak seksama. Ini adalah kedua kondisi bagi munculnya pandangan salah itu.”

“Para bhikkhu, ada dua kondisi ini bagi munculnya pandangan benar. Apakah dua ini? Kata-kata [orang] lain dan pengamatan seksama. Ini adalah kedua kondisi bagi munculnya pandangan benar itu.”

“Para bhikkhu, ada dua jenis pelanggaran ini. Apakah dua ini? [88] Pelanggaran ringan dan pelanggaran berat. Ini adalah kedua jenis pelanggaran itu.”4

“Para bhikkhu, ada dua jenis pelanggaran ini. Apakah dua ini? Pelanggaran kasar dan pelanggaran yang tidak kasar. Ini adalah kedua jenis pelanggaran itu.”

“Para bhikkhu, ada dua jenis pelanggaran ini. Apakah dua ini? Pelanggaran yang dapat diperbaiki dan pelanggaran yang tidak dapat diperbaiki. Ini adalah kedua jenis pelanggaran itu.”


Catatan Kaki
  1. Mp mengemas āsā di sini menjadi taṇhā.
  2. Yoca laddhaṃ laddhaṃ vissajjeti. Mp mengemas: “Ia memberi kepada orang lain” (paresaṃ detī). Akan tetapi, saya pikir apa yang ditunjukkan dengan vissajjeti adalah bukan kedermawanan melainkan pemborosan.
  3. Sehubungan dengan ini dan sutta berikutnya, baca 1:11, 1:12.
  4. Untuk penjelasan atas jenis-jenis pelanggaran ini, di sini dan persis di bawah, baca p. 474, catatan 66.