(287) “Adalah tidak mungkin dan tidak masuk akal, para bhikkhu, bahwa suatu akibat yang tidak diharapkan, tidak diinginkan, dan tidak menyenangkan dapat dihasilkan dari perilaku baik melalui jasmani [29](288) … bahwa suatu akibat yang tidak diharapkan, tidak diinginkan, dan tidak menyenangkan dapat dihasilkan dari perilaku baik melalui ucapan … (289) … bahwa suatu akibat yang tidak diharapkan, tidak diinginkan, dan tidak menyenangkan dapat dihasilkan dari perilaku baik melalui pikiran; tidak ada kemungkinan seperti itu. Tetapi ada kemungkinan bahwa suatu akibat yang diharapkan, diinginkan, dan menyenangkan dapat dihasilkan [dari perilaku baik melalui jasmani … dari perilaku baik melalui ucapan …] dari perilaku baik melalui pikiran; ada kemungkinan seperti itu.”1

(290) “Adalah tidak mungkin dan tidak masuk akal, para bhikkhu, bahwa seseorang yang melakukan perbuatan salah melalui jasmani dapat karena hal itu, karena alasan itu, dengan hancurnya jasmani, setelah kematian, terlahir kembali di alam tujuan kelahiran yang baik, di alam surga … (291) … bahwa seseorang yang melakukan perbuatan salah melalui ucapan dapat karena hal itu, karena alasan itu, dengan hancurnya jasmani, setelah kematian, terlahir kembali di alam tujuan kelahiran yang baik, di alam surga … (292) … bahwa seseorang yang melakukan perbuatan salah melalui pikiran dapat karena hal itu, karena alasan itu, dengan hancurnya jasmani, setelah kematian, terlahir kembali di alam tujuan kelahiran yang baik, di alam surga; tidak ada kemungkinan seperti itu. Tetapi adalah mungkin bahwa seseorang yang melakukan [perbuatan salah melalui jasmani … perbuatan salah melalui ucapan …] perbuatan salah melalui pikiran dapat karena hal itu, karena alasan itu, dengan hancurnya jasmani, setelah kematian, terlahir kembali di alam sengsara, di alam tujuan kelahiran yang buruk, di alam rendah, di neraka; ada kemungkinan seperti itu.”

(293) “Adalah tidak mungkin dan tidak masuk akal, para bhikkhu, bahwa seseorang yang melakukan perbuatan baik melalui jasmani dapat karena hal itu, karena alasan itu, dengan hancurnya jasmani, setelah kematian, terlahir kembali di alam sengsara, di alam tujuan kelahiran yang buruk, di alam rendah, di neraka … (294) … bahwa seseorang yang melakukan perbuatan baik melalui ucapan dapat karena hal itu, karena alasan itu, dengan hancurnya jasmani, setelah kematian, terlahir kembali di alam sengsara, di alam tujuan kelahiran yang buruk, di alam rendah, di neraka … (295) … bahwa seseorang yang melakukan perbuatan baik melalui pikiran dapat karena hal itu, karena alasan itu, dengan hancurnya jasmani, setelah kematian, terlahir kembali di alam sengsara, dalam di alam tujuan kelahiran yang buruk, di alam rendah, di neraka; tidak ada kemungkinan seperti itu. Tetapi adalah mungkin [30] bahwa seseorang yang melakukan [perbuatan baik melalui jasmani … perbuatan baik melalui ucapan …] perbuatan baik melalui pikiran dapat karena hal itu, karena alasan itu, dengan hancurnya jasmani, setelah kematian, terlahir kembali di alam tujuan kelahiran yang baik, di alam surga; ada kemungkinan seperti itu.”


Catatan Kaki
  1. Kata-kata dalam kurung siku berturut-turut adalah bagian dari dua sutta yang diringkas dalam triad ini. Hal yang sama berlaku pada dua triad berikutnya.