“Para bhikkhu, Aku tidak melihat bahkan satu hal pun yang ketika tidak terkembang maka menjadi begitu kaku selain daripada pikiran. Pikiran yang tidak terkembang adalah kaku.”

“Para bhikkhu, Aku tidak melihat bahkan satu hal pun yang ketika terkembang maka menjadi begitu lentur selain daripada pikiran. Pikiran yang terkembang adalah lentur.”

“Para bhikkhu, Aku tidak melihat bahkan satu hal pun yang ketika tidak terkembang maka mengarah pada bahaya besar selain daripada pikiran. Pikiran yang tidak terkembang mengarah pada bahaya besar.”

“Para bhikkhu, Aku tidak melihat bahkan satu hal pun yang ketika terkembang maka mengarah pada manfaat besar selain daripada pikiran. Pikiran yang terkembang mengarah pada manfaat besar.”

“Para bhikkhu, Aku tidak melihat bahkan satu hal pun yang, ketika tidak terkembang dan tidak termanifestasi,1 maka mengarah pada bahaya besar selain daripada pikiran. Pikiran, ketika tidak terkembang dan tidak termanifestasi mengarah pada bahaya besar.”

“Para bhikkhu, Aku tidak melihat bahkan satu hal pun [6] yang, ketika terkembang dan termanifestasi, maka mengarah pada manfaat besar selain daripada pikiran. Pikiran, ketika terkembang dan termanifestasi mengarah pada manfaat besar.”

“Para bhikkhu, Aku tidak melihat bahkan satu hal pun yang, ketika tidak terkembang dan tidak terlatih, maka mengarah pada bahaya besar selain daripada pikiran. Pikiran, ketika tidak terkembang dan tidak terlatih mengarah pada bahaya besar.”

“Para bhikkhu, Aku tidak melihat bahkan satu hal pun yang, ketika terkembang dan terlatih, maka mengarah pada manfaat besar selain daripada pikiran. Pikiran, ketika terkembang dan terlatih mengarah pada manfaat besar.”

“Para bhikkhu, Aku tidak melihat bahkan satu hal pun yang, ketika tidak terkembang dan tidak terlatih, maka membawa penderitaan selain daripada pikiran. Pikiran, ketika tidak terkembang dan tidak terlatih, membawa penderitaan.”

“Para bhikkhu, Aku tidak melihat bahkan satu hal pun yang, ketika terkembang dan terlatih, maka membawa kebahagiaan selain daripada pikiran. Pikiran, ketika terkembang dan terlatih, membawa kebahagiaan.”


Catatan Kaki
  1. Apātubhūtaṃ. Seperti yang saya pahami, pernyataan ini mengatakan bahwa kekuatan pikiran masih belum terwujud, belum terbuka dan dikerahkan.