easter-japanese

“Para bhikkhu, kelima kualitas ini mengarah menuju kemunduran seorang bhikkhu yang masih berlatih. Apakah lima ini? Kesenangan dalam bekerja, kesenangan dalam berbicara, kesenangan dalam tidur, dan kesenangan dalam kumpulan; dan ia tidak meninjau kembali sejauh mana pikirannya terbebaskan.1 Kelima kualitas ini mengarah menuju kemunduran seorang bhikkhu yang masih berlatih.

“Para bhikkhu, kelima kualitas ini mengarah menuju ketidak-munduran seorang bhikkhu yang masih berlatih. Apakah lima ini? Ketidak-senangan dalam bekerja, ketidak-senangan dalam berbicara, ketidak-senangan dalam tidur, dan ketidak-senangan dalam kumpulan; dan ia meninjau kembali sejauh mana pikirannya terbebaskan. Kelima kualitas ini mengarah menuju ketidak-munduran seorang bhikkhu yang masih berlatih.”2


Catatan Kaki
  1. Yathāvimuttaṃ cittaṃ na paccavekkhati. Mp: “Setelah memeriksa kembali pelanggaran-pelanggaran mana yang telah ditinggalkan dan moralitas-moralitas mana yang telah diperoleh, ia tidak berusaha untuk memperoleh moralitas yang lebih tinggi.” Paragraf ini tampaknya mengantisipasi gagasan paccavekkhaṇañāṇa yang tampil menonjol dalam komentar-komentar. ↩︎

  2. Mp: “Sutta ini membahas tentang sebab-sebab kemunduran dan kemajuan pada ketujuh jenis individu yang masih berlatih sehubungan dengan moralitas yang lebih tinggi. Sebab-sebab kemunduran bagi seorang yang masih berlatih pertama-tama muncul pada kaum duniawi.” ↩︎