easter-japanese

Pada suatu ketika Sang Bhagavā sedang menetap di Kosambī di Taman Ghosita. Kemudian Yang Mulia Ānanda mendatangi Sang Bhagavā, bersujud kepada Beliau, duduk di satu sisi, dan berkata:

“Bhante, mengapakah para perempuan tidak duduk di dalam dewan, atau melakukan bisnis, atau pergi ke Kamboja?”1

“Ānanda, para perempuan rentan terhadap kemarahan; para perempuan iri hati; [83] para perempuan kikir; para perempuan tidak bijaksana. Ini adalah mengapa para perempuan tidak duduk di dalam dewan, atau melakukan bisnis, atau pergi ke Kamboja.”


Catatan Kaki
  1. Mp: “Mereka tidak duduk di dalam dewan (n’eva sabhāyaṃ nisīdati) dalam aula persidangan dengan tujuan untuk memberikan penilaian. Mereka tidak melakukan bisnis (na kammantaṃ payojeti), dalam pekerjaan-pekerjaan besar seperti pertanian, perdagangan, dan sebagainya. Mereka tidak pergi ke Kamboja (na kambojaṃ gacchati): mereka tidak pergi ke negeri Kamboja dengan tujuan untuk membawa barang-barang. Ini hanyalah judul. Maknanya adalah bahwa mereka tidak pergi ke negeri-negeri jauh.” ↩︎