easter-japanese

1

“Para bhikkhu, ada empat arus jasa ini, arus yang bermanfaat, makanan bagi kebahagiaan – surgawi, matang dalam kebahagiaan, mengarah menuju surga – yang mengarah pada apa yang diharapkan, diinginkan, dan menyenangkan, yang mengarah pada kesejahteraan dan kebahagiaan seseorang. Apakah empat ini?

(1) “Di sini, seorang siswa mulia memiliki keyakinan tak tergoyahkan pada Sang Buddha sebagai berikut: ‘Sang Bhagavā adalah seorang Arahant, tercerahkan sempurna, sempurna dalam pengetahuan sejati dan perilaku, sempurna menempuh sang jalan, pengenal dunia, pelatih terbaik bagi orang-orang yang harus dijinakkan, guru para deva dan manusia, Yang Tercerahkan, Yang Suci.’ Ini adalah arus jasa pertama …

(2) “Kemudian, seorang siswa mulia memiliki keyakinan tak tergoyahkan pada Dhamma sebagai berikut: ‘Dhamma telah dibabarkan dengan baik oleh Sang Bhagavā, terlihat langsung, segera, mengundang seseorang untuk datang dan melihat, dapat diterapkan, untuk dialami secara pribadi oleh para bijaksana.’ Ini adalah arus jasa ke dua …

(3) “Kemudian, seorang siswa mulia memiliki keyakinan tak tergoyahkan pada Saṅgha sebagai berikut: ‘Saṅgha para siswa Sang Bhagavā mempraktikkan jalan yang baik, mempraktikkan jalan yang lurus, mempraktikkan jalan yang benar, mempraktikkan jalan yang selayaknya; yaitu, empat pasang makhluk, delapan jenis individu - Saṅgha para siswa Sang Bhagavā ini layak menerima pemberian, layak menerima keramahan, layak menerima persembahan, layak menerima penghormatan, lahan jasa yang tiada taranya di dunia.’ Ini adalah arus jasa ke tiga …

(4) “Kemudian, seorang siswa mulia memiliki perilaku bermoral yang disukai para mulia, yang tidak rusak, tanpa cacat, tanpa noda, [57] tanpa bercak, membebaskan, dipuji oleh para bijaksana, tidak dicengkeram, mengarah pada konsentrasi. Ini adalah arus jasa ke empat …

“Ini adalah empat arus jasa, arus yang bermanfaat, makanan bagi kebahagiaan – surgawi, matang dalam kebahagiaan, mengarah menuju surga – yang mengarah pada apa yang diharapkan, diinginkan, dan menyenangkan, yang mengarah pada kesejahteraan dan kebahagiaan seseorang.”

Ketika seseorang berkeyakinan pada Sang Tathāgata, tidak tergoyahkan dan berdiri kokoh, dan perilaku bermoral yang baik, disukai oleh para mulia dan dipuji; ketika ia berkeyakinan pada Saṅgha dan pandangannya telah diluruskan, mereka mengatakan bahwa ia tidak miskin, dan kehidupannya tidak dijalani dengan sia-sia.

Oleh karena itu seorang yang cerdas, dengan mengingat ajaran para Buddha, harus bertekad pada keyakinan dan perilaku bermoral, memiliki keyakinan dan penglihatan pada Dhamma.2


Catatan Kaki
  1. Juga terdapat pada SN 55:31, V 391, tanpa syair, dan pada SN 55:41, V 399-400, dengan syair yang sama seperti 4:51. ↩︎

  2. Syair-syair ini juga terdapat pada SN 11:14, I 232; SN 55:26, V 384; dan SN 55:51, V 405. ↩︎