easter-japanese

Yang Mulia Mahākoṭṭhita mendatangi Yang Mulia Sāriputta dan saling bertukar sapa dengannya. Ketika mereka telah mengakhiri ramah-tamah ini, ia duduk di satu sisi dan bertanya kepada Yang Mulia Sāriputta:

(1) “Teman, dengan peluruhan tanpa sisa dan lenyapnya enam landasan kontak, apakah ada yang lainnya lagi?”1

“Jangan berkata begitu, teman.”

(2) “Dengan peluruhan tanpa sisa dan lenyapnya enam landasan kontak, apakah tidak ada yang lainnya lagi?”

“Jangan berkata begitu, teman.”

(3) “Dengan peluruhan tanpa sisa dan lenyapnya enam landasan kontak, apakah ada sekaligus juga tidak ada yang lainnya lagi?”

“Jangan berkata begitu, teman.”

(4) “Dengan peluruhan tanpa sisa dan lenyapnya enam landasan kontak, apakah bukan ada sekaligus juga bukan tidak ada yang lainnya lagi?”

“Jangan berkata begitu, teman.”2

“Teman, ketika engkau ditanya: ‘Dengan peluruhan tanpa sisa dan lenyapnya enam landasan kontak, apakah ada yang lainnya lagi?’ engkau berkata: ‘Jangan berkata begitu, teman.’ Dan ketika engkau ditanya: ‘Dengan peluruhan tanpa sisa dan lenyapnya enam landasan kontak, apakah tidak ada yang lainnya lagi? … Apakah ada sekaligus juga tidak ada yang lainnya lagi? … Apakah bukan ada sekaligus juga bukan tidak ada yang lainnya lagi?’ [dalam setiap pertanyaan] engkau berkata: ‘Jangan berkata begitu, teman.’ Dengan cara bagaimanakah makna dari pernyataan ini dipahami?”

(1) “Teman, jika seseorang mengatakan: ‘Dengan peluruhan tanpa sisa dan lenyapnya enam landasan kontak, masih ada yang lainnya lagi,’ maka ia memproliferasikan apa yang seharusnya tidak diproliferasikan.3 (2) Jika seseorang mengatakan: ‘Dengan peluruhan tanpa sisa dan lenyapnya enam landasan kontak, tidak ada yang lainnya lagi,’ maka ia memproliferasikan apa yang seharusnya tidak diproliferasikan. (3) Jika seseorang mengatakan: ‘Dengan peluruhan tanpa sisa dan lenyapnya enam landasan kontak, ada sekaligus juga tidak ada yang lainnya lagi,’ maka ia memproliferasikan apa yang seharusnya tidak diproliferasikan. (4) Jika seseorang mengatakan: ‘Dengan peluruhan tanpa sisa dan lenyapnya enam landasan kontak, apakah bukan ada sekaligus juga bukan tidak ada yang lainnya lagi,’ maka ia memproliferasikan apa yang seharusnya tidak diproliferasikan.

“Teman, sejauh mana keenam landasan kontak menjangkau, sejauh itulah jangkauan proliferasi.4 Sejauh mana proliferasi menjangkau, [162] sejauh itulah jangkauan enam landasan kontak. Dengan peluruhan tanpa sisa dan lenyapnya enam landasan kontak maka lenyap pula proliferasi, meredanya proliferasi.”


Catatan Kaki
  1. Percakapan di sini tampaknya berhubungan dengan “status ontologis” Arahant yang telah mencapai elemen nibbāna tanpa sisa, yaitu, dengan pertanyaan apakah orang yang terbebaskan ada atau tidak ada setelah kematian. ↩︎

  2. Mp mengemas mā h’evaṃ sebagai evaṃ mā bhaṇi, “Jangan berkata begitu,” dan menjelaskan bahwa keempat pertanyaan yang diajukan melalui keabadian, pemusnahan, keabadian sebagian, dan “geliat-belut” (sassata-uccheda-ekaccasassata-amarāvikkhepa). Dengan demikian Sāriputta menolak tiap-tiap pertanyaan. “Geliat-belut” adalah agnostis, skeptis, atau penghindaran intelektual. ↩︎

  3. Appapañcaṃ papañceti. Mp: “Ia menciptakan proliferasi [atau spekulasi] sehubungan dengan sesuatu yang seharusnya tidak diproliferasikan [atau dispekulasikan]. Ia berjalan di sepanjang jalan yang seharusnya tidak dijalani.” Kata Pāli papañca menyiratkan bentukan-bentukan pikiran, konstruksi pikiran obsesif, dan konseptualisasi terdelusi, yang dikatakan oleh komentar sebagai muncul dari ketagihan, keangkuhan, dan pandangan-pandangan salah (taṇhā, māna, diṭṭhi). Bagi saya tampaknya Mp memahami appapañcaṃ sebagai bentuk singkat dari appapañciyaṃ. Paralel China, SĀ 249, pada T II 60a16-20 mengatakan: “Jika seseorang [membuat pernyataan apa pun sehubungan dengan keenam landasan bagi kontak ini], maka itu hanyalah kata-kata kosong (此則虛言). Dengan lenyapnya, meluruhnya, berhentinya, dan tenangnya keenam landasan bagi kontak ini, maka seseorang melepaskan kebohongan kosong (離諸虛偽) dan mencapai nibbāna.” ↩︎

  4. Tāvatā papañcassa gati. Mp: “Sejauh mana keenam landasan kontak menjangkau, sejauh itulah jangkauan proliferasi, yang dibedakan melalui ketagihan, pandangan-pandangan, dan keangkuhan.” ↩︎