easter-japanese

“Para bhikkhu, ada empat jenis keindahan ini.1 Apakah empat ini? (1) Di sini, seorang bhikkhu memiliki keindahan tertinggi atas bentuk. Ia tidak melihat keindahan bentuk lainnya yang lebih baik atau lebih luhur daripada yang itu; ia tidak merindukan keindahan bentuk lainnya yang lebih baik atau lebih luhur daripada yang itu. (2) Ia memiliki keindahan tertinggi atas perasaan [18] … (3) … keindahan tertinggi atas persepsi … (4) … keindahan tertinggi atas aktivitas-aktivitas berkehendak. Ia tidak melihat keindahan aktivitas berkehendak lainnya yang lebih baik atau lebih luhur daripada yang itu; ia tidak merindukan keindahan aktivitas berkehendak lainnya yang lebih baik atau lebih luhur daripada yang itu.

“Ini adalah keempat jenis keindahan itu.”

Setelah mengetahui keindahan bentuk, asal-mula perasaan-perasaan, bagaimana persepsi muncul, dan di mana lenyapnya; setelah mengetahui aktivitas-aktivitas berkehendak sebagai makhluk asing, sebagai penderitaan, dan bukan sebagai diri, sungguh bhikkhu itu yang melihat dengan benar,2 damai, bersenang dalam kondisi penuh damai. Ia membawa jasmani terakhirnya, setelah menaklukkan Māra dan tunggangannya.


Catatan Kaki
  1. Mp: “Jenis-jenis keindahan [atau kebagusan, kelembutan, kehalusan]: pengetahuan yang menembus karakteristik-karakteristik halus” (sokhummānī ti sukhumalakkhaṇapativijjhanakāni ñāṇāni). Kata benda sokhumma, dari kata sifat yang biasa sukhuma, adalah jarang dan dalam Nikāya-nikāya hanya muncul di sini dan dalam kata majemuk pada Th 437. Penjelasan Mp tampak problematik. Saya mengidentifikasikan keindahan bentuk sebagai bentuk yang dirasakan dalam jhāna ke empat, keindahan perasaan sebagai perasaan bukan menyakitkan juga bukan menyenangkan yang muncul pada jhāna ke empat dan pencapaian-pencapaian tanpa bentuk, keindahan persepsi sebagai persepsi landasan kekosongan, dan keindahan aktivitas-aktivitas berkehendak sebagai aktivitas-aktivitas berkehendak yang tersisa dalam landasan bukan persepsi juga bukan bukan-persepsi. ↩︎

  2. Saya bersama dengan Ce dan Be membaca sa ve sammaddaso bhikkhu. Ee yang menuliskan sace untuk sa ve jelas suatu kekeliruan. ↩︎