easter-japanese

“Para bhikkhu, melalui manifestasi seorang Tathāgata, seorang Arahant, seorang Yang Tercerahkan Sempurna, maka empat hal menakjubkan dan mengagumkan terjadi.1 Apakah empat ini?

(1) “Ketika, para bhikkhu, seorang bodhisatta meninggal dunia dari alam surga Tusita dan dengan penuh perhatian dan pemahaman jernih memasuki rahim ibunya, maka di dunia ini dengan para deva, Māra, dan Brahmā, dalam populasi ini bersama dengan para petapa dan brahmana, para deva dan manusia, suatu cahaya agung yang tak terukur muncul, melampaui keagungan surgawi para deva. Bahkan di alam-alam antara, yang kosong dan kedalamannya tak terukur, wilayah kegelapan dengan kegelapan yang tak tertembus di mana cahaya matahari dan rembulan, yang begitu kuat dan perkasa, tidak dapat menjangkaunya,2 di sana juga suatu cahaya agung yang tak terukur muncul, melampaui keagungan surgawi para deva. Makhluk-makhluk itu yang telah terlahir kembali di sana saling melihat satu sama lain dengan cahaya ini dan berkata: ‘Sungguh, tampaknya ada makhluk-makhluk lain yang telah terlahir di sini.’3 [131] Ini adalah hal menakjubkan dan mengagumkan pertama yang terjadi melalui manifestasi seorang Tathāgata, seorang Arahant, seorang Yang Tercerahkan Sempurna.

(2) “Kemudian, ketika seorang bodhisatta dengan penuh perhatian dan pemahaman jernih keluar dari rahim ibunya, maka di dunia ini dengan para deva, Māra, dan Brahmā, dalam populasi ini bersama dengan para petapa dan brahmana, para deva dan manusia, suatu cahaya agung yang tak terukur muncul, melampaui keagungan surgawi para deva. Bahkan di alam-alam antara … [makhluk-makhluk] berkata: ‘Sungguh, tampaknya ada makhluk-makhluk lain yang telah terlahir di sini.’ Ini adalah hal menakjubkan dan mengagumkan ke dua yang terjadi melalui manifestasi seorang Tathāgata, seorang Arahant, seorang Yang Tercerahkan Sempurna.

(3) “Kemudian, ketika seorang Tathāgata tercerahkan pada pencerahan sempurna yang tak tertandingi, maka di dunia ini dengan para deva, Māra, dan Brahmā, dalam populasi ini bersama dengan para petapa dan brahmana, para deva dan manusia, suatu cahaya agung yang tak terukur muncul, melampaui keagungan surgawi para deva. Bahkan di alam-alam antara … [makhluk-makhluk] berkata: ‘Sungguh, tampaknya ada makhluk-makhluk lain yang telah terlahir di sini.’ Ini adalah hal menakjubkan dan mengagumkan ke tiga yang terjadi melalui manifestasi seorang Tathāgata, seorang Arahant, seorang Yang Tercerahkan Sempurna.

(4) “Kemudian, ketika seorang Tathāgata memutar roda Dhamma yang tak tertandingi, maka di dunia ini dengan para deva, Māra, dan Brahmā, dalam populasi ini bersama dengan para petapa dan brahmana, para deva dan manusia, suatu cahaya agung yang tak terukur muncul, melampaui keagungan surgawi para deva. Bahkan di alam-alam antara, yang kosong dan kedalamannya tak terukur, wilayah kegelapan dengan kegelapan yang tak tertembus di mana cahaya matahari dan rembulan, yang begitu kuat dan perkasa, tidak menjangkaunya, di sana juga suatu cahaya agung yang tak terukur muncul, melampaui keagungan surgawi para deva. Makhluk-makhluk itu yang telah terlahir kembali di sana saling melihat satu sama lain dengan cahaya ini dan berkata: ‘Sungguh, tampaknya ada makhluk-makhluk lain yang telah terlahir di sini.’ Ini adalah hal menakjubkan dan mengagumkan ke empat yang terjadi melalui manifestasi seorang Tathāgata, seorang Arahant, seorang Yang Tercerahkan Sempurna.

“Ini, para bhikkhu, adalah keempat hal menakjubkan dan mengagumkan itu yang terjadi melalui manifestasi seorang Tathāgata, seorang Arahant, seorang Yang Tercerahkan Sempurna.”


Catatan Kaki
  1. Untuk berbagai keajaiban yang terjadi pada saat konsepsi dan kelahiran Sang Bodhisatta, baca juga MN 123. ↩︎

  2. Mp: “Di antara setiap tiga sistem dunia terdapat satu dunia antara, yang seperti ruang di tengah-tengah tiga roda kereta atau kelopak yang diletakkan saling bersentuhan satu sama lain. Neraka dunia antara ini (lokantarikanirayo) berukuran delapan ribu yojana.” ↩︎

  3. Mp: “Makhluk-makhluk itu yang telah terlahir kembali di sana: Melalui kamma apakah yang telah dilakukan oleh makhluk-makhluk yang terlahir kembali di neraka dunia-antara? Mereka muncul di sana karena mereka telah melakukan kejahatan mengerikan terhadap orangtua mereka dan terhadap para petapa dan brahmana baik, dan karena perbuatan-perbuatan jahat lainnya seperti membunuh makhluk-makhluk hidup setiap hari … tubuh mereka berukuran tiga gāvuta (kira-kira lima mil) dan mereka memiliki kuku jari yang panjang seperti kelelawar. Seperti halnya kelelawar-kelelawar bergelantungan di pepohonan, makhluk-makhluk ini bergelantungan dengan kuku mereka pada kaki gunung sistem dunia. Ketika merayap, mereka saling berdekatan satu sama lain dalam jarak panjang satu lengan. Kemudian, dengan berpikir, ‘Kami telah memperoleh makanan,’ mereka menjadi heboh, bergulingan, dan jatuh ke air yang menyokong dunia; mereka bagaikan buah madu yang, ketika tertiup angin, gugur dan jatuh ke air. Segera setelah mereka terjatuh, mereka melebur bagaikan sebongkah tepung dalam air yang sangat tajam … Cahaya ini [ketika Sang Bodhisatta memasuki rahim ibunya] tidak berlangsung bahkan selama waktu yang dibutuhkan untuk menyesap bubur, tetapi hanya cukup lama bagi mereka untuk bangun dari tidur dan mengenali objek. Tetapi para penghafal Dīgha Nikāya mengatakan bahwa, bagaikan kilatan halilintar, ini menunjukkan waktu yang hanya sejentikan jari dan lenyap bahkan selagi mereka mengatakan, ‘Apa itu?’” ↩︎