“Para bhikkhu, si dungu memiliki tiga karakteristik seorang dungu, tanda-tanda seorang dungu, manifestasi seorang dungu.1 Apakah tiga ini? Di sini, seorang dungu berpikir buruk, berbicara buruk, dan bertindak buruk. Jika si dungu tidak berpikir buruk, tidak berbicara buruk, dan tidak bertindak buruk, bagaimanakah orang-orang bijaksana dapat mengenalinya: ‘Orang ini adalah seorang dungu, seorang jahat’? Tetapi karena si dungu berpikir buruk, berbicara buruk, dan bertindak buruk, maka orang-orang bijaksana mengenalinya: ‘Orang ini adalah seorang dungu, seorang jahat.’ Ini adalah tiga karakteristik seorang dungu, tanda-tanda seorang dungu, manifestasi seorang dungu.

“Orang bijaksana memiliki tiga karakteristik seorang bijaksana, tanda-tanda seorang bijaksana, manifestasi seorang bijaksana. Apakah tiga ini? Di sini, seorang bijaksana berpikir baik, berbicara baik, dan bertindak baik. Jika orang bijaksana itu tidak berpikir baik, tidak berbicara baik, dan tidak bertindak baik, bagaimanakah orang-orang bijaksana dapat mengenalinya: ‘Orang ini adalah seorang bijaksana, seorang baik’? [103] Tetapi karena orang bijaksana itu berpikir baik, berbicara baik, dan bertindak baik, maka orang-orang bijaksana mengenalinya: ‘Orang ini adalah seorang bijaksana, seorang baik.’ Ini adalah tiga karakteristik seorang bijaksana, tanda-tanda seorang bijaksana, manifestasi seorang bijaksana.

“Oleh karena itu … [seperti dalam 3:2] … Demikianlah kalian harus berlatih.”2


Catatan Kaki
  1. Bālalakkhaṇāni bālanimittāni bālāpadānāni. Mp: “Ini adalah cara-cara mengenali.”
  2. Ee menghilangkan nasihat penutup ini dalam 3:3-7.