“Para bhikkhu, selimut rambut dinyatakan sebagai jenis terburuk di antara kain tenunan.1 Selimut rambut adalah dingin dalam cuaca dingin, panas dalam cuaca panas, buruk, berbau busuk, dan tidak nyaman. Demikian pula, doktrin Makkhali dinyatakan sebagai yang terburuk di antara doktrin-doktrin berbagai petapa.2 Manusia kosong Makkhali mengajarkan doktrin dan pandangan: ‘Tidak ada kamma, tidak ada perbuatan, tidak ada usaha.’ [287]

(1) “Para bhikkhu, Para Bhagavā, Arahant, Yang Tercerahkan Sempurna di masa lampau mengajarkan doktrin kamma, doktrin perbuatan, doktrin usaha. Namun manusia kosong Makkhali membantahnya [dengan pengakuannya]: ‘Tidak ada kamma, tidak ada perbuatan, tidak ada usaha.’

(2) “Para bhikkhu, Para Bhagavā, Arahant, Yang Tercerahkan Sempurna di masa depan juga mengajarkan doktrin kamma, doktrin perbuatan, doktrin usaha. Namun manusia kosong Makkhali membantahnya [dengan pengakuannya]: ‘Tidak ada kamma, tidak ada perbuatan, tidak ada usaha.’

(3) “Di masa sekarang Aku adalah Sang Arahant, Yang Tercerahkan Sempurna, dan Aku mengajarkan doktrin kamma, doktrin perbuatan, doktrin usaha. Namun manusia kosong Makkhali membantahnya [dengan pengakuannya]: ‘Tidak ada kamma, tidak ada perbuatan, tidak ada usaha.’

“Seperti halnya sebuah jebakan yang dipasang di mulut sungai akan membawa bahaya, penderitaan, kemalangan, dan bencana pada banyak ikan, demikian pula, manusia kosong Makkhali adalah, bagaikan sebuah ‘jebakan bagi orang-orang’ yang muncul di dunia ini demi bahaya, penderitaan, kemalangan, dan bencana bagi banyak makhluk.”


Catatan Kaki
  1. Ce kesakambalo tesaṃ pāvārānaṃ patikiṭṭho, bukan seperti Be dan Ee kesakambalo tesaṃ paṭikiṭṭho. PED mendefinisikan pāvāra sebagai “sebuah jubah, sebuah mantel.”
  2. Baca 1:319 untuk kritik lainnya pada Makkhali Gosāla. Perumpamaan jebakan ini juga muncul pada bagian akhir sutta ini.