“Para bhikkhu, ada tiga jenis orang yang terdapat di dunia ini. Apakah tiga ini? Seorang yang mudah diukur, seorang yang sulit diukur, dan seorang yang tidak terukur.

(1) “Dan apakah, para bhikkhu, orang yang mudah diukur? Di sini, seseorang gelisah, tinggi hati, pongah, banyak bicara, berbicara tanpa tujuan, berpikiran kacau, tanpa pemahaman jernih, tidak terkonsentrasi, dengan pikiran mengembara, dengan organ-organ indria kendur. Ini disebut orang yang mudah diukur.

(2) “Dan apakah orang yang sulit diukur? Di sini, seseorang tidak gelisah, tidak tinggi hati, dan tidak pongah; ia tidak banyak bicara dan tidak berbicara tanpa tujuan; ia memiliki perhatian yang ditegakkan dan memiliki pemahaman jernih, terkonsentrasi, dengan pikiran terpusat, dengan organ-organ indria terkendali. Ini disebut orang yang sulit diukur.

(3) “Dan apakah orang yang tidak terukur? Di sini, seorang bhikkhu adalah seorang Arahant, seorang yang noda-nodanya telah dihancurkan. Ini disebut orang yang tidak terukur.

“Ini adalah ketiga jenis orang itu yang terdapat di dunia ini.” [267]