“Para bhikkhu, dengan memiliki tiga kualitas, seorang bhikkhu yang terkenal bertindak demi bahaya banyak orang, demi ketidak-bahagiaan banyak orang, demi kehancuran, bahaya, dan penderitaan banyak orang, para deva dan manusia. Apakah tiga ini? Ia mendorong perbuatan melalui jasmani yang memicu perselisihan, perbuatan melalui ucapan yang memicu perselisihan, dan perbuatan melalui pikiran yang memicu perselisihan.1 Dengan memiliki ketiga kualitas ini, seorang bhikkhu yang terkenal bertindak demi bahaya banyak orang, demi ketidak-bahagiaan banyak orang, demi kehancuran, bahaya, dan penderitaan banyak orang, para deva dan manusia.

“Para bhikkhu, dengan memiliki tiga kualitas, seorang bhikkhu yang terkenal bertindak demi kesejahteraan banyak orang, demi kebahagiaan banyak orang, demi kebaikan, kesejahteraan, dan kebahagiaan banyak orang, para deva dan manusia. Apakah tiga ini? Ia mendorong perbuatan melalui jasmani yang memicu kerukunan, perbuatan melalui ucapan yang memicu kerukunan, dan perbuatan melalui pikiran yang memicu kerukunan. Dengan memiliki ketiga kualitas ini, seorang bhikkhu terkenal bertindak demi kesejahteraan banyak orang, demi kebahagiaan banyak orang, demi kebaikan, kesejahteraan, dan kebahagiaan banyak orang, para deva dan manusia.”


Catatan Kaki
  1. Mp: “Yang bertentangan (ananulomike) berarti tidak selaras dengan ajaran. ‘Perbuatan jasmani yang memicu perselisihan yang kasar adalah membunuh, dan sebagainya; atau [yang lebih halus] menyembah arah-arah atau memberikan persembahan kepada makhluk halus. ‘Perbuatan ucapan yang memicu perselisihan’ yang kasar adalah kebohongan, dan sebagainya; atau [yang lebih halus], jika seseorang tidak ingin memberi kepada orang lain, ia membohongi mereka dengan mengatakan bahwa ia tidak memiliki apa pun untuk diberikan. ‘Perbuatan pikiran yang memicu perselisihan’ yang kasar adalah merindukan, dan sebagainya; atau [yang lebih halus], menjelaskan suatu subjek meditasi dengan tidak benar.” Mp mengilustrasikan hal ini dengan kisah seorang bhikkhu yang terdapat pada Vism 296, 12-16, Ppn 9.6, yang mengajarkan seorang pemuda bermeditasi cinta kasih kepada istrinya. Sebagai akibatnya ia dikuasai oleh nafsu dan memukul tembok ruangan meditasinya sepanjang malam. Saya menerjemahkan ananulomikesu dhammesu sesuai dengan Mp, tetapi kata dhammesu juga dapat bermakna “ajaran,” dan adalah mungkin bahwa kata ini adalah maksud yang sebenarnya.