1

(1) “Para bhikkhu, Aku pergi mencari kepuasan di dunia. Kepuasan apa pun yang ada di dunia ini – Aku telah menemukannya. Aku telah dengan jelas melihat melalui kebijaksanaan sejauh mana kepuasan di dunia itu menjangkau.

(2) “Aku pergi mencari bahaya di dunia. Bahaya apa pun yang ada di dunia ini – Aku telah menemukannya. Aku telah dengan jelas melihat melalui kebijaksanaan sejauh mana bahaya di dunia itu menjangkau.

(3) “Aku pergi mencari jalan membebaskan diri dari dunia. Jalan membebaskan diri apa pun dari dunia ini – Aku telah menemukannya. Aku telah dengan jelas melihat melalui kebijaksanaan sejauh mana jalan membebaskan diri dari dunia itu menjangkau.

“Selama, para bhikkhu, Aku belum mengetahui secara langsung sebagaimana adanya kepuasan di dunia sebagai kepuasan, bahaya sebagai bahaya, dan jalan membebaskan diri darinya sebagai jalan membebaskan diri, maka Aku tidak mengaku telah tercerahkan hingga pencerahan sempurna yang tidak terlampaui di dunia ini dengan para deva, Māra, dan Brahmā, dalam generasi ini dengan para petapa dan brahmana, para deva dan manusia. Tetapi ketika Aku telah secara langsung mengetahui sebagaimana adanya kepuasan di dunia sebagai kepuasan, bahaya sebagai bahaya, dan jalan membebaskan diri darinya sebagai jalan membebaskan diri, maka Aku mengaku telah tercerahkan hingga pencerahan sempurna yang tidak terlampaui di dunia ini dengan … para deva dan manusia.

“Pengetahuan dan penglihatan muncul padaKu: ‘Kebebasan pikiranKu tidak tergoyahkan; ini adalah kelahiranKu yang terakhir; sekarang tidak ada lagi penjelmaan baru.’” [260]


Catatan Kaki
  1. Ee memperlakukan sutta ini sebagai kelanjutan dari sutta sebelumnya, sedangkan Ce dan Be, yang saya ikuti, menganggapnya sutta berbeda. Dengan demikian penomoran saya menjadi lebih tiga dari Ee.