easter-japanese

1

“Para bhikkhu, adalah untuk dua alasan ini maka Sang Tathāgata telah menetapkan aturan-aturan latihan bagi para siswaNya. Apakah dua ini? Demi kesejahteraan Saṅgha dan demi kenyamanan Saṅgha … Demi menahan orang-orang yang suka melawan dan agar para bhikkhu yang berperilaku baik dapat berdiam dengan nyaman … Untuk mengendalikan noda-noda yang berhubungan dengan kehidupan sekarang dan untuk menghalau noda-noda yang berhubungan dengan kehidupan mendatang … Untuk mengendalikan permusuhan yang berhubungan dengan kehidupan sekarang dan untuk menghalau permusuhan yang berhubungan dengan kehidupan mendatang … Untuk mengendalikan kesalahan yang berhubungan dengan kehidupan sekarang dan untuk menghalau kesalahan yang berhubungan dengan kehidupan mendatang … Untuk mengendalikan bahaya yang berhubungan dengan kehidupan sekarang dan untuk menghalau bahaya yang berhubungan dengan kehidupan mendatang … Untuk mengendalikan kualitas-kualitas tidak bermanfaat yang berhubungan dengan kehidupan sekarang dan untuk menghalau kualitas-kualitas tidak bermanfaat yang berhubungan dengan kehidupan mendatang … Demi belas kasihan kepada orang-orang awam dan untuk menghentikan kelompok dari mereka yang berkeinginan jahat … Agar mereka yang tanpa keyakinan dapat memperoleh keyakinan dan untuk meningkatkan [keyakinan] dari mereka yang berkeyakinan … Demi kelangsungan Dhamma sejati dan untuk memajukan disiplin. Adalah untuk kedua alasan ini maka Sang Tathāgata telah menetapkan aturan-aturan latihan bagi para siswaNya.”

“Para bhikkhu, adalah untuk dua alasan ini maka Sang Tathāgata (281) telah menetapkan Pātimokkha bagi para siswaNya … [sutta ini dan sutta-sutta berikutnya dijelaskan seperti di atas] …3

(282) “… telah menetapkan pelafalan Pātimokkha …” [99]

(283) “… telah menetapkan penskorsan Pātimokkha …”

(284) “… telah menetapkan upacara undangan …”

(285) “… telah menetapkan penskorsan upacara undangan …”

(286) “… telah menetapkan tindakan resmi pengecaman …”

(287) “… telah menetapkan tindakan resmi [penempatan di bawah] bimbingan …”

(288) “… telah menetapkan tindakan resmi pengusiran …”

(289) “… telah menetapkan tindakan resmi pendamaian …”

(290) “… telah menetapkan tindakan resmi penskorsan …”

(291) “… telah menetapkan penjatuhan masa percobaan …”

(292) “… telah menetapkan pengembalian ke awal …”

(293) “… telah menetapkan penjatuhan penebusan …”

(294) “… telah menetapkan rehabilitasi …”

(295) “… telah menetapkan penerimaan kembali …”

(296) “… telah menetapkan penghapusan …”

(297) “… telah menetapkan penahbisan penuh …”

(298) “… telah menetapkan tindakan resmi berupa dari usulan …”

(299) “… telah menetapkan tindakan resmi yang termasuk sebuah usulan sebagai [faktor] kedua …”

(300) “… telah menetapkan tindakan resmi yang termasuk sebuah usulan sebagai [faktor] keempat …”

(301) “… telah menetapkan [suatu aturan latihan] ketika belum ada yang ditetapkan sebelumnya …”

(302) “… telah menambahkan suatu amandemen [pada suatu aturan latihan yang telah] ditetapkan …”

(303) “… telah menetapkan penghapusan melalui kehadiran …”

(304) “… telah menetapkan penghapusan karena ingatan …”

(305) “… telah menetapkan penghapusan karena kegilaan [masa lalu] …”

(306) “… telah menetapkan pengakuan [atas suatu pelanggaran] …”

(307) “… telah menetapkan [opini] mayoritas …”

(308) “… telah menetapkan [pengumuman] perbuatan salah yang bertambah buruk …”

(309) “… telah menetapkan penutupan dengan rumput. Apakah dua ini? Demi kesejahteraan Saṅgha dan demi kenyamanan Saṅgha … [100] … Demi kelangsungan Dhamma sejati dan untuk memajukan disiplin. Adalah untuk kedua alasan ini maka Sang Tathāgata telah menetapkan penutupan dengan rumput.”


Catatan Kaki
  1. Ee menghitung ini sebagai vagga XVII dan menamainya “Alasan-alasan” (atthavasa). Be juga memperlakukannya sebagai vagga tersendiri, tetapi Ce menganggapnya sebagai subbab ke dua dari vagga XVII. ↩︎

  2. Ee menghitung sepuluh sutta di sini, tetapi saya mengikuti Be dan Ee menggabungkannya menjadi satu. ↩︎

  3. Apa yang ada di sini adalah semua peraturan disiplin yang ditetapkan dalam Vinaya Piṭaka. ↩︎