“Para bhikkhu, Aku tidak melihat bahkan satu hal pun yang begitu menyebabkan kualitas-kualitas bermanfaat yang belum muncul menjadi muncul dan kualitas-kualitas tidak bermanfaat yang telah muncul menjadi berkurang selain daripada pertemanan yang baik. Bagi seorang dengan teman-teman yang baik, maka kualitas-kualitas bermanfaat yang belum muncul menjadi muncul dan kualitas-kualitas tidak bermanfaat yang telah muncul menjadi berkurang.”1

“Para bhikkhu, Aku tidak melihat bahkan satu hal pun yang begitu menyebabkan kualitas-kualitas tidak bermanfaat yang belum muncul menjadi muncul dan kualitas-kualitas bermanfaat yang telah muncul menjadi berkurang selain daripada pengejaran kualitas-kualitas tidak bermanfaat dan tanpa-pengejaran kualitas-kualitas bermanfaat. Melalui pengejaran kualitas-kualitas tidak bermanfaat dan tanpa-pengejaran kualitas-kualitas bermanfaat, maka kualitas-kualitas tidak bermanfaat yang belum muncul menjadi muncul dan kualitas-kualitas bermanfaat yang telah muncul menjadi berkurang.”

“Para bhikkhu, Aku tidak melihat bahkan satu hal pun yang begitu menyebabkan kualitas-kualitas bermanfaat yang belum muncul menjadi muncul dan kualitas-kualitas tidak bermanfaat yang telah muncul menjadi berkurang selain daripada pengejaran kualitas-kualitas bermanfaat dan tanpa-pengejaran kualitas-kualitas tidak bermanfaat. Melalui pengejaran kualitas-kualitas bermanfaat dan tanpa-pengejaran kualitas-kualitas tidak bermanfaat, maka kualitas-kualitas bermanfaat yang belum muncul menjadi muncul dan kualitas-kualitas tidak bermanfaat yang telah muncul menjadi berkurang.”

“Para bhikkhu, Aku tidak melihat bahkan satu hal pun yang begitu menyebabkan faktor-faktor pencerahan yang belum muncul menjadi tidak muncul dan faktor-faktor pencerahan yang telah muncul tidak mencapai pemenuhan melalui pengembangan selain daripada pengamatan tidak seksama. Bagi seseorang yang mengamati dengan tidak seksama, maka faktor-faktor pencerahan yang belum muncul menjadi tidak muncul dan faktor-faktor pencerahan yang telah muncul tidak mencapai pemenuhan melalui pengembangan.”

“Para bhikkhu, Aku tidak melihat bahkan satu hal pun yang begitu menyebabkan faktor-faktor pencerahan yang belum muncul menjadi muncul dan faktor-faktor pencerahan yang telah muncul mencapai pemenuhan melalui pengembangan selain daripada pengamatan seksama. [15] Bagi seorang yang mengamati dengan seksama, maka faktor-faktor pencerahan yang belum muncul menjadi muncul dan faktor-faktor pencerahan yang telah muncul mencapai pemenuhan melalui pengembangan.”

“Tidak penting, para bhikkhu, kehilangan sanak-saudara. Hal yang paling buruk adalah kehilangan kebijaksanaan.”

“Tidak penting, para bhikkhu, peningkatan sanak-saudara. Hal yang paling baik untuk ditingkatkan adalah kebijaksanaan. Oleh karena itu, para bhikkhu, kalian harus berlatih sebagai berikut: ‘Kami akan meningkat dalam hal kebijaksanaan.’ Demikianlah kalian harus berlatih.”

“Tidak penting, para bhikkhu, kehilangan harta kekayaan. Hal yang paling buruk adalah kehilangan kebijaksanaan.”

“Tidak penting, para bhikkhu, peningkatan harta kekayaan. Hal yang paling baik untuk ditingkatkan adalah kebijaksanaan. Oleh karena itu, para bhikkhu, kalian harus berlatih sebagai berikut: ‘Kami akan meningkat dalam hal kebijaksanaan.’ Demikianlah kalian harus berlatih.”

“Tidak penting, para bhikkhu, kehilangan kemasyhuran. Hal yang paling buruk adalah kehilangan kebijaksanaan.”

2

“Tidak penting, para bhikkhu, peningkatan kemasyhuran. Hal yang paling baik untuk ditingkatkan adalah kebijaksanaan. Oleh karena itu, para bhikkhu, kalian harus berlatih sebagai berikut: ‘Kami akan meningkat dalam hal kebijaksanaan.’ Demikianlah kalian harus berlatih.” [16]


Catatan Kaki
  1. Tentang pentingnya pertemanan yang baik (kalyāṇamittatā) dalam kehidupan spiritual, baca 9:3. Baca juga SN 45:2-3, V 2-4.
  2. Saya mengikuti Ce, yang memperlakukan sutta ini sebagai yang ke sebelas dalam vagga VIII. Be dan Ee keduanya mengakhiri vagga ini dengan 1:80 dan memulai vagga berikutnya dengan 1:81. Pengaturan Ce memiliki keuntungan menggabungkan sutta-sutta yang berpasangan secara tematik.