“Para bhikkhu, terdapat satu orang yang muncul di dunia ini demi kesejahteraan banyak orang, demi kebahagiaan banyak orang, demi belas kasihan kepada dunia, demi kebaikan, kesejahteraan, dan kebahagiaan para deva dan manusia.1 Siapakah satu orang itu? Sang Tathāgata, Sang Arahant, Yang Tercerahkan Sempurna. Ini adalah satu orang itu yang muncul di dunia ini … demi kebaikan, kesejahteraan, dan kebahagiaan para deva dan manusia.”

(171) “Para bhikkhu, manifestasi satu orang adalah jarang terjadi di dunia ini … (172) … terdapat satu orang yang muncul di dunia ini yang luar biasa … (173) … kematian satu orang yang diratapi oleh banyak orang … (174)2 … terdapat satu orang yang muncul di dunia ini yang unik, tanpa tandingan, tanpa imbangan, tidak terbandingkan, tiada tara, tanpa saingan, tanpa padanan, tanpa ada yang menyamai,3 yang terunggul di antara makhluk berkaki dua.4 Siapakah satu orang itu? Sang Tathāgata, Sang Arahant, Yang Tercerahkan Sempurna. Ini adalah satu orang itu yang muncul di dunia ini yang … terunggul di antara makhluk berkaki dua.”

5

“Para bhikkhu, manifestasi satu orang adalah (175) manifestasi penglihatan agung … (176) … manifestasi cahaya agung … (177) manifestasi sinar agung … (178) … manifestasi enam hal yang tidak terlampaui … (179) … realisasi empat pengetahuan analitis … (180) … penembusan banyak elemen … (181) … penembusan keberagaman elemen … (182) … realisasi buah pengetahuan sejati dan kebebasan [23](183) … realisasi buah memasuki arus … (184) … realisasi buah yang-kembali-sekali … (185) … realisasi buah yang-tidak-kembali … (186) … realisasi buah Kearahattaan. Siapakah satu orang itu? Sang Tathāgata, Sang Arahant, Yang Tercerahkan Sempurna. Ini adalah satu orang yang manifestasinya adalah manifestasi penglihatan agung … realisasi buah Kearahattaan.”6

“Para bhikkhu, Aku tidak melihat bahkan satu orang pun yang dengan benar melanjutkan pemutaran roda Dhamma yang tiada taranya yang telah diputar oleh Sang Tathāgata selain daripada Sāriputta. Sāriputta dengan benar melanjutkan pemutaran roda Dhamma yang tiada taranya yang telah diputar oleh Sang Tathāgata.”


Catatan Kaki
  1. Sutta ini, tidak seperti sutta-sutta pada vagga sebelumnya, tidak memasukkan bahuno janassa. Seluruh tiga edisi tidak memasukkannya, walaupun sulit untuk melihat alasan selain daripada pembacaan lama atau kesalahan editorial.
  2. Ce di sini menghitung sembilan sutta terpisah, satu untuk setiap gelar. Saya mengikuti Be dan Ee, yang menggabungkannya menjadi satu sutta.
  3. Asamasamo. Mp menjelaskan hal ini bermakna “setara dengan mereka yang tanpa banding,” yaitu, setara dengan para Buddha yang tanpa banding di masa lampau dan di masa depan. Tetapi di tempat lain samasama berarti “persis sama,” dan dengan demikian asamasama mungkin dapat dipahami sebagai bermakna “tanpa banding.” Baca DN I 123, 12, MN I 329,7, MN I 515,24, MN I 516,11, dan sebagainya.
  4. Dvipadānaṃ aggo. Mp: “Yang terbaik di antara manusia dan para deva.”
  5. Saya mengikuti Ce dan Be, yang memperlakukan setiap ucapan sebagai sutta terpisah dan dengan demikian menghitung dua belas sutta di sini. Ee menggabungkannya ke dalam satu sutta. Karena kalimat terakhir merangkum semua hal dari “manifestasi penglihatan agung” hingga “realisasi buah Kearahattaan,” maka tampaknya sutta ini berasal dari satu sutta. Akan tetapi, untuk mempertahankan agar penomoran saya selaras dengan Ce dan Be, maka saya menghitungnya secara terpisah.
  6. Mengenai “enam hal yang tidak terlampaui” (cha anuttarīyāni), baca 6:30. Mengenai empat pengetahuan analitis (catasso paṭisambhidāyo), baca 4:172. Ini dibahas secara terperinci dalam Vibh 293-305 (Be §§718-50) dan Vism 440-42, Ppn 14.21-27. Mp menjelaskan “penembusan banyak elemen” (anekadhātupaṭivedha) melalui delapan belas elemen (enam objek indria, enam organ indria, enam jenis kesadaran), dan “penembusan keberagaman elemen” (nānādhātupaṭivedha) melalui sifat khusus yang berbeda (nānāsabhāvato). Dalam ungkapan “buah pengetahuan sejati dan kebebasan” (vijjāvimuttiphala), Mp mengidentifikasikan pengetahuan sejati (vijjā) sebagai pengetahuan buah, dan “kebebasan” (vimutti) sebagai faktor-faktor lain yang berhubungan dengan buah. Diduga ini berarti buah Kearahattaan.