easter-japanese

“Para bhikkhu, jika bhikkhu atau bhikkhunī mana pun mengembangkan dan melatih lima hal, maka satu di antara dua buah menantinya: [82] apakah pengetahuan akhir dalam kehidupan ini atau, jika masih ada sisa yang tertinggal, kondisi yang-tidak-kembali. Apakah lima ini?

“(1) Di sini, seorang bhikkhu mengembangkan landasan kekuatan batin yang memiliki konsentrasi yang dihasilkan dari keinginan dan aktivitas-aktivitas berusaha. (2) Ia mengembangkan landasan kekuatan batin yang memiliki konsentrasi yang dihasilkan dari kegigihan dan aktivitas-aktivitas berusaha. (3) Ia mengembangkan landasan kekuatan batin yang memiliki konsentrasi yang dihasilkan dari pikiran dan aktivitas-aktivitas berusaha. (4) Ia mengembangkan landasan kekuatan batin yang memiliki konsentrasi yang dihasilkan dari penyelidikan dan aktivitas-aktivitas berusaha.1 (5) Semangat itu sendiri sebagai yang ke lima.2

“Jika bhikkhu atau bhikkhunī mana pun mengembangkan dan melatih kelima hal ini, maka satu di antara dua buah menantinya: apakah pengetahuan akhir dalam kehidupan ini atau, jika masih ada sisa yang tertinggal, kondisi yang-tidak-kembali.”


Catatan Kaki
  1. Untuk analisis atas formula empat landasan, baca SN 51:13, V 268-69. ↩︎

  2. Kata ussoḷhi, yang diterjemahkan di sini sebagai “semangat,” dikemas oleh Mp sebagai adhimattaviriyaṃ, “kegigihan luar biasa.” ↩︎