easter-japanese

“Para bhikkhu, lima persepsi ini, ketika dikembangkan dan dilatih, adalah berbuah dan bermanfaat besar, memuncak dalam tanpa-kematian, dengan tanpa-kematian sebagai kesempurnaannya. Apakah lima ini? Persepsi ketidak-menarikan, persepsi kematian, persepsi bahaya, persepsi kejijikan pada makanan, dan persepsi ketidak-senangan pada seluruh dunia.1 Kelima persepsi ini, ketika dikembangkan dan dilatih, adalah berbuah dan bermanfaat besar, memuncak dalam tanpa-kematian, dengan tanpa-kematian sebagai kesempurnaannya.”


Catatan Kaki
  1. Persepsi ketidak-menarikan (asubhasaññā) dijelaskan pada 10:60 §3; persepsi kematian, atau perhatian pada kematian (maraṇasaññā, maraṇassati), pada 6:19-20 dan 8:73-74; persepsi bahaya (ādīnavasaññā), pada 10:64 §4; persepsi kejijikan pada makanan (āhāre paṭikkūlasaññā), pada Vism 341-47, Ppn 11.1-26; dan persepsi ketidak-senangan pada seluruh dunia (sabbaloke anabhiratasaññā), pada 10:60 §8. ↩︎