easter-japanese

1 “Para bhikkhu, ketika raja-raja tidak baik,2 maka para pejabat kerajaan menjadi tidak baik. Ketika para pejabat kerajaan tidak baik, maka para brahmana dan perumah tangga menjadi tidak baik.3 Ketika para brahmana dan perumah tangga menjadi tidak baik, maka para penduduk di pemukiman-pemukiman dan di pedalaman menjadi tidak baik. Ketika para penduduk di pemukiman-pemukiman dan di pedalaman tidak baik, maka matahari dan rembulan [75] berputar di luar jalurnya. Ketika matahari dan rembulan berputar di luar jalurnya, maka konstelasi dan bintang-bintang berputar di luar jalurnya. Ketika konstelasi dan bintang-bintang berputar di luar jalurnya, maka siang dan malam berjalan di luar waktunya … bulan demi bulan dan dwimingguan berjalan di luar waktunya … musim demi musim dan tahun-tahun berjalan di luar waktunya. Ketika musim demi musim dan tahun-tahun berjalan di luar waktunya, maka angin bertiup di luar jalurnya dan secara acak. Ketika angin bertiup di luar jalurnya dan secara acak, maka para dewata menjadi marah. Ketika para dewata menjadi marah, maka hujan tidak turun dengan cukup. Ketika hujan tidak turun dengan cukup, maka pertanian menjadi masak dengan tidak teratur. Ketika orang-orang memakan hasil pertanian yang masak dengan tidak teratur, mereka menjadi berumur pendek, berpenampilan buruk, lemah, dan rentan terhadap penyakit.4

“Para bhikkhu, ketika raja-raja baik, maka para pejabat kerajaan menjadi baik. Ketika para pejabat kerajaan baik, maka para brahmana dan perumah tangga menjadi baik. Ketika para brahmana dan perumah tangga menjadi baik, maka para penduduk di pemukiman-pemukiman dan di pedalaman menjadi baik. Ketika para penduduk di pemukiman-pemukiman dan di pedalaman baik, maka matahari dan rembulan berputar sesuai jalurnya. Ketika matahari dan rembulan berputar sesuai jalurnya, maka konstelasi dan bintang-bintang berputar sesuai jalurnya. Ketika konstelasi dan bintang-bintang berputar sesuai jalurnya, maka siang dan malam berjalan sesuai waktunya … bulan demi bulan dan dwimingguan berjalan sesuai waktunya … musim demi musim dan tahun-tahun berjalan sesuai waktunya. Ketika musim demi musim dan tahun-tahun berjalan sesuai waktunya, maka angin bertiup sesuai jalurnya dan dapat diandalkan. Ketika angin bertiup sesuai jalurnya dan dapat diandalkan, maka para dewata tidak menjadi marah. Ketika para dewata tidak menjadi marah, maka hujan turun dengan cukup. Ketika hujan turun dengan cukup, pertanian menjadi masak sesuai musimnya. Ketika orang-orang memakan hasil pertanian yang masak sesuai musimnya, mereka menjadi berumur panjang, berpenampilan baik, kuat, dan sehat.”

Ketika ternak sedang menyeberangi [suatu penyeberangan], jika sapi pemimpin berjalan berbelok-belok, maka semua lainnya berjalan berbelok-belok karena pemimpin mereka berjalan berbelok-belok.

Demikian pula, di antara manusia, ketika seseorang yang dianggap sebagai pemimpin berperilaku tidak baik, maka orang-orang lain juga melakukan demikian. [76] Seluruh kerajaan menjadi kecewa jika rajanya tidak baik.

Ketika ternak sedang menyeberangi [suatu penyeberangan] jika sapi pemimpin berjalan lurus, maka semua yang lainnya berjalan lurus karena pemimpin mereka berjalan lurus.

Demikian pula, di antara manusia, ketika seseorang yang dianggap sebagai pemimpin berperilaku baik, maka orang-orang lain juga melakukan demikian. Seluruh kerajaan bergembira jika rajanya baik.


Catatan Kaki
  1. Saya tidak dengan jelas melihat alasan untuk memasukkan sutta ini dalam Kelompok Empat. Saya hanya dapat menduga bahwa penjelasannya terletak dalam kelompok empat orang yang menyimpang dari kebaikan: raja-raja, pejabat kerajaan, para brahmana dan perumah tangga, dan para penduduk pemukiman dan pedalaman. Tetapi hal ini meniadakan fenomena-fenomena alam, yang seharusnya juga termasuk. ↩︎

  2. Adhammikā honti. Mp: “Tanpa melakukan sepuluh pengorbanan yang ditetapkan oleh raja-raja masa lampau, dan tanpa menjatuhkan hukuman yang sesuai atas tindak kriminal, mereka melakukan pengorbanan yang berlebihan dan menjatuhkan hukuman yang berlebihan.” Sepuluh pengorbanan (dasabhāgabali) hanya disebutkan di sini. ↩︎

  3. Untuk mendukung terjemahan saya atas brāhmaṇagahapatikā sebagai sebuah kata majemuk dvanda bukan sebagai sebuah kammadhāraya, “brahmana perumah tangga,” baca It-a II 162,7-9: Brāhmaṇagahapatikā ti brāhmaṇā c’eva gahapatikā ca. Ṭhapetvā brāhmaṇe ye keci agāraṃ ajjhāvasantā idha gahapatikā ti veditabbā. ↩︎

  4. Penghilangan dubbalā dalam edisi VRI tampaknya adalah kekeliruan. Edisi-edisi lainnya, termasuk versi cetakan Be, mencantumkan kata ini. ↩︎