easter-japanese

“Para bhikkhu, ada empat pencarian tidak mulia ini.1 Apakah empat ini? (1) Di sini, seseorang yang dirinya sendiri tunduk pada penuaan mencari hanya apa yang tunduk pada penuaan; (2) seseorang yang dirinya sendiri tunduk pada penyakit mencari hanya apa yang tunduk pada penyakit; (3) seseorang yang dirinya sendiri tunduk pada kematian mencari hanya apa yang tunduk pada kematian; dan (4) seseorang yang dirinya sendiri tunduk pada kekotoran mencari hanya apa yang tunduk pada kekotoran. Ini adalah keempat pencarian tidak mulia itu.

“Ada, para bhikkhu, empat pencarian mulia ini. Apakah empat ini? (1) Di sini, seseorang yang dirinya sendiri tunduk pada penuaan, setelah memahami bahaya dalam apa yang tunduk pada penuaan, mencari apa yang tanpa-penuaan, keamanan tertinggi dari belenggu, nibbāna; (2) seseorang yang dirinya sendiri tunduk pada penyakit, setelah memahami bahaya dalam apa yang tunduk pada penyakit, mencari kebebasan-dari-penyakit, keamanan tertinggi dari belenggu, nibbāna; (3) seseorang yang dirinya sendiri tunduk pada kematian, setelah memahami bahaya dalam apa yang tunduk pada kematian, mencari apa yang tanpa-kematian, keamanan tertinggi dari belenggu, nibbāna; (4) seseorang yang dirinya sendiri tunduk pada kekotoran, setelah memahami bahaya dalam apa yang tunduk pada kekotoran, [248] mencari apa yang tanpa-kekotoran, keamanan tertinggi dari belenggu, nibbāna. Ini adalah keempat pencarian mulia itu.”


Catatan Kaki
  1. Seperti pada MN 26.5, I 161-62, tetapi yang terakhir diperkuat dengan dua pencarian tambahan: apa yang tunduk pada dukacita dan apa yang tunduk pada kekotoran. Pencarian mulia terdapat pada MN 26.12, I 162-63. ↩︎