easter-japanese

“Para bhikkhu, ada dua jenis penyakit ini. Apakah dua ini? [143] Penyakit jasmani dan penyakit batin. Orang-orang dapat mengaku menikmati kesehatan jasmani selama satu, dua, tiga, empat, dan lima tahun; selama sepuluh, dua puluh, tiga puluh, empat puluh, dan lima puluh tahun; dan bahkan seratus tahun atau lebih. Tetapi selain daripada mereka yang noda-nodanya telah dihancurkan, adalah sulit untuk menemukan orang-orang di dunia yang dapat mengaku menikmati kesehatan batin bahkan untuk sesaat.

“Ada, para bhikkhu, empat penyakit ini yang ditimbulkan oleh seorang bhikkhu. Apakah empat ini? (1) Di sini, seorang bhikkhu memiliki keinginan-keinginan yang kuat, mengalami kesusahan, dan tidak puas dengan segala jenis jubah, makanan, tempat tinggal, atau obat-obatan dan perlengkapan bagi yang sakit.1 (2) Karena ia memiliki keinginan-keinginan yang kuat, mengalami kesusahan, dan tidak puas dengan segala jenis jubah, makanan, tempat tinggal, atau obat-obatan dan perlengkapan bagi yang sakit, maka ia menyerah pada keinginan jahat demi pengakuan dan demi perolehan, kehormatan, dan pujian. (3) Ia membangkitkan dalam dirinya, berjuang, dan berusaha untuk memperoleh pengakuan dan perolehan, kehormatan, dan pujian. (4) Ia dengan licik mendatangi keluarga-keluarga, dengan licik ia duduk, dengan licik ia membabarkan Dhamma, dan dengan licik ia menahankan desakan untuk buang air besar dan air kecil.2 Ini adalah keempat penyakit yang ditimbulkan oleh seorang bhikkhu.

“Oleh karena itu, para bhikkhu, kalian harus berlatih sebagai berikut: ‘Kami tidak akan memiliki keinginan-keinginan yang kuat atau mengalami kesusahan, dan kami tidak akan menjadi tidak puas dengan segala jenis jubah, makanan, tempat tinggal, dan obat-obatan dan perlengkapan bagi yang sakit. Kami tidak akan menurut pada keinginan jahat demi pengakuan dan demi perolehan, kehormatan, dan pujian. Kami tidak akan mengerahkan diri kami, berjuang, dan berusaha untuk memperoleh pengakuan dan perolehan, kehormatan, dan pujian. Kami akan dengan sabar menahankan dingin dan panas; lapar dan haus; kontak dengan lalat, nyamuk, angin, panas matahari, dan ular-ular; ucapan-ucapan yang kasar dan menghina; kami akan menahankan perasaan jasmani yang muncul yang menyakitkan, menyiksa, tajam, menusuk, mengerikan, tidak menyenangkan, melemahkan vitalitas seseorang. Dengan cara inilah, para bhikkhu, kalian harus berlatih.”


Catatan Kaki
  1. Mp: “Ia tidak puas dengan empat benda kebutuhan melalui tiga jenis kepuasan.” Baca Jilid 1 p. 472, catatan 55. ↩︎

  2. Mp mengatakan kata “dengan licik” (saṅkhāya, lit. “setelah memperhitungkan”) menunjukkan bahwa ia mencoba untuk memberikan kesan palsu pada keluarga-keluarga (dengan tujuan untuk menerima persembahan). Frasa terakhir mungkin serupa dengan nuansa dari gaya bahasa ungkapan Bahasa Inggris yang terkenal. ↩︎