easter-japanese

“Para bhikkhu, ada empat jenis orang ini terdapat di dunia. Apakah empat ini? Yang tercela, yang paling tercela, yang sedikit tercela, dan yang tanpa cela.

(1) “Dan bagaimanakah, para bhikkhu, seseorang disebut tercela? Di sini, seseorang melakukan perbuatan yang tercela melalui jasmani, perbuatan yang tercela melalui ucapan, dan perbuatan yang tercela melalui pikiran. Dengan cara inilah seseorang disebut tercela. [136]

(2) “Dan bagaimanakah seseorang disebut paling tercela? Di sini, seseorang melakukan perbuatan yang paling tercela melalui jasmani, perbuatan yang paling tercela melalui ucapan, dan perbuatan yang paling tercela melalui pikiran. Dengan cara inilah seseorang disebut paling tercela.

(3) “Dan bagaimanakah seseorang disebut sedikit tercela? Di sini, seseorang melakukan perbuatan yang sedikit tercela melalui jasmani, perbuatan yang sedikit tercela melalui ucapan, dan perbuatan yang sedikit tercela melalui pikiran. Dengan cara inilah seseorang disebut sedikit tercela.

(4) “Dan bagaimanakah seseorang disebut tanpa cela? Di sini, seseorang melakukan perbuatan yang tanpa cela melalui jasmani, perbuatan yang tanpa cela melalui ucapan, dan perbuatan yang tanpa cela melalui pikiran. Dengan cara inilah seseorang disebut tanpa cela.

“Ini, para bhikkhu, adalah keempat jenis orang itu yang terdapat di dunia.”1


Catatan Kaki
  1. Mp: “Yang pertama adalah kaum duniawi yang dungu; yang ke dua adalah kaum duniawi yang kadang-kadang melakukan perbuatan-perbuatan bermanfaat; yang ke tiga adalah pemasuk-arus, yang-kembali-sekali, dan yang-tidak-kembali; dan yang ke empat adalah Arahant.” ↩︎