“Para bhikkhu, seorang yang memiliki tiga kualitas harus dikenali sebagai seorang dungu. Apakah tiga ini? Perbuatan yang menyakitkan melalui jasmani, perbuatan yang menyakitkan melalui ucapan, perbuatan yang menyakitkan melalui pikiran. Seorang yang memiliki ketiga kualitas ini harus dikenali sebagai seorang dungu.

“Para bhikkhu, seorang yang memiliki tiga kualitas harus dikenali sebagai seorang bijaksana. Apakah tiga ini? Perbuatan yang tidak menyakitkan melalui jasmani, perbuatan yang tidak menyakitkan melalui ucapan, perbuatan yang tidak menyakitkan melalui pikiran. Seorang yang memiliki ketiga kualitas ini harus dikenali sebagai seorang bijaksana.

“Oleh karena itu, para bhikkhu, kalian harus berlatih sebagai berikut: ‘Kami akan menghindari ketiga kualitas yang dengan memilikinya maka seseorang dikenal sebagai seorang dungu, dan kami akan menjalankan dan mempraktikkan ketiga kualitas yang dengan memilikinya maka seseorang dikenal sebagai seorang bijaksana.’ Demikianlah kalian harus berlatih.” [105]