“Para bhikkhu, ada tiga hal ini yang ditetapkan oleh para bijaksana, ditetapkan oleh orang-orang baik. Apakah tiga ini? (1) Memberi ditetapkan oleh para bijaksana, ditetapkan oleh orang-orang baik. (2) Meninggalkan keduniawian ditetapkan oleh para bijaksana, ditetapkan oleh orang-orang baik. (3) Merawat ibu dan ayah seseorang ditetapkan oleh para bijaksana, ditetapkan oleh orang-orang baik. Ini adalah ketiga hal itu myang ditetapkan oleh para bijaksana, ditetapkan oleh orang-orang baik.”

Orang-orang baik menetapkan perbuatan memberi, tidak membahayakan, pengendalian-diri, dan menjinakkan-diri, pelayanan kepada ibu dan ayah dan kepada para pengikut kehidupan spiritual yang damai.1

Ini adalah perbuatan-perbuatan baik yang harus dikejar oleh para bijaksana. Seorang mulia yang memiliki penglihatan pergi ke dunia yang menguntungkan.


Catatan Kaki
  1. Mp menjelaskan santānaṃ brahmacārinaṃ sebagai merujuk pada mereka yang menyokong orangtua mereka (idha pana mātāpitu-upaṭṭhākā adhippetā), tetapi saya melihat ungkapan ini sebagai merujuk pada monastik, apakah sebagai penerima pelayanan (upaṭṭhānaṃ) atau penerima pemberian (dānaṃ) yang disebutkan dalam pāda a. Mp lebih lanjut menafsirkan santānaṃ sebagai bentuk genitif jamak dari sant, “baik, bermoral” (Mp: uttamaṭṭhena santānaṃ), tetapi lebih mungkin sebagai “damai,” dari Skt śānta. Santānaṃ brahmacārinaṃ juga terdapat dalam SN 1:10, I 5,4, di mana Spk I 28,2 mengemasnya sebagai santakilesānaṃ paṇḍitānaṃ vā, “mereka yang dengan kekotoran-kekotoran ditenangkan atau para bijaksana.” Paralel China SĀ 995 (pada T II 260c29) menuliskan 被靜修梵行, yang berarti bahwa dalam terjemahan ini santānaṃ berasal dari Skt śāntanaṃ.