“Para bhikkhu, ada tiga jenis orang ini terdapat di dunia ini. Apakah tiga ini? Orang buta, orang bermata satu, dan orang bermata dua.

(1) “Dan apakah, para bhikkhu, orang buta? Di sini, seseorang tidak memiliki jenis mata [129] yang dengannya ia dapat memperoleh kekayaan yang belum diperoleh atau meningkatkan kekayaan yang telah diperoleh, dan ia juga tidak memiliki jenis mata yang dengannya ia dapat mengetahui kualitas-kualitas yang bermanfaat dan tidak bermanfaat, kualitas-kualitas tercela dan tanpa cela, kualitas-kualitas hina dan mulia, kualitas-kualitas gelap dan terang dengan padanannya. Ini disebut orang buta.

(2) “Dan apakah orang bermata satu? Di sini, seseorang memiliki jenis mata yang dengannya ia dapat memperoleh kekayaan yang belum diperoleh atau meningkatkan kekayaan yang telah diperoleh, tetapi ia tidak memiliki jenis mata yang dengannya ia dapat mengetahui kualitas-kualitas yang bermanfaat dan tidak bermanfaat, kualitas-kualitas tercela dan tanpa cela, kualitas-kualitas hina dan mulia, kualitas-kualitas gelap dan terang dengan padanannya. Ini disebut orang bermata satu.

(3) “Dan apakah orang bermata dua? Di sini, seseorang memiliki jenis mata yang dengannya ia dapat memperoleh kekayaan yang belum diperoleh atau meningkatkan kekayaan yang telah diperoleh, dan ia juga memiliki jenis mata yang dengannya ia dapat mengetahui kualitas-kualitas yang bermanfaat dan tidak bermanfaat, kualitas-kualitas tercela dan tanpa cela, kualitas-kualitas hina dan mulia, kualitas-kualitas gelap dan terang dengan padanannya. Ini disebut orang bermata dua.

“Ini, para bhikkhu, adalah ketiga jenis orang itu yang terdapat di dunia.”

Ia tidak memiliki kekayaan, juga tidak melakukan perbuatan-perbuatan berjasa; si orang buta tanpa mata melemparkan lemparan tidak beruntung pada kedua sisi.

Orang yang digambarkan sebagai bermata satu. adalah seorang munafik yang mencari kekayaan, [kadang-kadang] dengan cara yang baik [dan kadang-kadang] dengan cara yang tidak baik.

Dengan tindakan-tindakan mencuri dan menipu dan dengan ucapan-ucapan dusta orang itu yang menikmati kenikmatan indria mahir dalam menimbun kekayaan. setelah pergi dari sini menuju neraka, orang bermata satu itu disiksa.

Seorang bermata dua dikatakan sebagai orang dari jenis terbaik. Kekayaannya1 diperoleh melalui usahanya sendiri, dengan benda-benda yang diperoleh dengan jujur. [130]

Kemudian dengan kehendak terbaik ia memberi orang ini dengan pikiran yang tidak terbagi Ia pergi menuju [kelahiran kembali di] alam yang baik di mana, setelah pergi, ia tidak bersedih.

Seseorang dari jauh harus menghindari si orang buta dan orang bermata satu, tetapi harus berteman dengan orang bermata dua, orang dari jenis terbaik.


Catatan Kaki
  1. Di sini saya bersama Ce dan Be membaca dhanaṃ. dhammaṃ dari Ee jelas keliru.