Demikianlah yang kudengar. Pada suatu ketika Sang Bhagavā sedang menetap di Sāvatthī di Hutan Jeta, Taman Anāthapiṇḍika. Kemudian Yang Mulia Saviṭṭha dan Yang Mulia Mahākoṭṭhita mendatangi Yang Mulia Sāriputta dan saling bertukar sapa dengannya. Ketika mereka telah mengakhiri ramah tamah ini, mereka duduk di satu sisi. Kemudian Yang Mulia Sāriputta berkata kepada Yang Mulia Saviṭṭha:

“Sahabat Saviṭṭha, ada tiga jenis orang ini terdapat di dunia. Apakah tiga ini? Saksi tubuh, seorang yang mencapai pandangan, dan seorang yang terbebaskan melalui keyakinan.1 Ini adalah ketiga jenis orang yang terdapat di dunia ini. Yang manakah di antara ketiga jenis orang ini yang engkau anggap paling baik dan mulia?”

“Sahabat Sāriputta, di antara ketiga jenis orang ini, aku menganggap seorang yang terbebaskan melalui keyakinan adalah yang paling baik dan mulia.2 Karena alasan apakah? Karena indria keyakinan orang ini paling menonjol.”

Kemudian Yang Mulia Sāriputta berkata kepada Yang Mulia Mahākoṭṭhita: “Sahabat Koṭṭhita, ada tiga jenis orang ini terdapat di dunia ini … [119] Yang manakah di antara ketiga jenis orang ini yang engkau anggap paling baik dan mulia?”

“Sahabat Sāriputta, di antara ketiga jenis orang ini, aku menganggap saksi tubuh adalah yang paling baik dan mulia. Karena alasan apakah? Karena indria konsentrasi orang ini paling menonjol.”

Kemudian Yang Mulia Mahākoṭṭhita berkata kepada Yang Mulia Sāriputta: “Sahabat Sāriputta, ada tiga jenis orang ini terdapat di dunia ini … Yang manakah di antara ketiga jenis orang ini yang engkau anggap paling baik dan mulia?”

“Sahabat Koṭṭhita, di antara ketiga jenis orang ini, aku menganggap seorang yang mencapai pandangan adalah yang paling baik dan mulia. Karena alasan apakah? Karena indria kebijaksanaan orang ini paling menonjol.”

Kemudian Yang Mulia Sāriputta berkata kepada Yang Mulia Saviṭṭha dan Yang Mulia Mahākoṭṭhita: “Sahabat-sahabat, kita masing-masing telah menjelaskan menurut teladan kita sendiri. Ayo, mari kita mendatangi Sang Bhagavā dan melaporkan hal ini kepada Beliau. Kita akan mengingatnya seperti yang Beliau jelaskan kepada kita.”

“Baik, Sahabat,” Yang Mulia Saviṭṭha dan Yang Mulia Mahākoṭṭhita menjawab. Kemudian Yang Mulia Sāriputta, Yang Mulia Saviṭṭha dan Yang Mulia Mahākoṭṭhita mendatangi Sang Bhagavā, bersujud kepada Beliau, dan duduk di satu sisi. [120] Kemudian Yang Mulia Sāriputta melaporkan keseluruhan percakapan yang telah terjadi.

[Sang Bhagavā berkata:] “Tidaklah mudah, Sāriputta, untuk mendefinisikan secara pasti tentang hal ini dan mengatakan: ‘Di antara ketiga jenis orang ini, orang ini adalah yang paling baik dan mulia.’

(1) “Karena adalah mungkin bahwa seseorang yang adalah seorang yang terbebaskan melalui keyakinan berlatih untuk mencapai Kearahattaan, sedangkan seorang saksi tubuh dan seorang yang mencapai pandangan adalah yang-kembali-sekali atau yang-tidak-kembali. Tidaklah mudah, Sāriputta, untuk mendefinisikan secara pasti tentang hal ini dan mengatakan: ‘Di antara ketiga jenis orang ini, orang ini adalah yang paling baik dan mulia.’

(2) “Adalah mungkin bahwa seseorang yang adalah seorang saksi tubuh berlatih untuk mencapai Kearahattaan, sedangkan seorang yang terbebaskan melalui keyakinan dan seorang yang mencapai pandangan adalah yang-kembali-sekali atau yang-tidak-kembali. Tidaklah mudah, Sāriputta, untuk mendefinisikan secara pasti tentang hal ini dan mengatakan: ‘Di antara ketiga jenis orang ini, orang ini adalah yang paling baik dan mulia.’

(3) “Adalah mungkin bahwa seseorang yang adalah seorang yang mencapai pandangan berlatih untuk mencapai Kearahattaan,3 sedangkan seorang yang terbebaskan melalui keyakinan dan seorang saksi tubuh adalah yang-kembali-sekali atau yang-tidak-kembali. Tidaklah mudah, Sāriputta, untuk mendefinisikan secara pasti tentang hal ini dan mengatakan: ‘Di antara ketiga jenis orang ini, orang ini adalah yang paling baik dan mulia.’”


Catatan Kaki
  1. Untuk penjelasan formal atas ketiga jenis ini, baca MN 70.17-19, I 478,4-479,3. Seluruh tiga kelompok adalah sekha yang dimulai dari pemasuk-arus hingga jalan Kearahattaan. Sebagai kelompok-kelompok umum, mereka berbeda, bukan dalam posisi relatifnya pada tujuan akhir, melainkan dalam indria spiritual yang dominan. Saksi tubuh (kāyasakkhī) menonjolkan konsentrasi dan mencapai “pembebasan-pembebasan tanpa bentuk yang damai.” Seorang yang mencapai pandangan (diṭṭhippatta) menonjolkan kebijaksanaan dan tidak mencapai pembebasan-pembebasan tanpa bentuk. Seorang yang terbebaskan melalui keyakinan (saddhāvimutta) menonjolkan keyakinan dan tidak mencapai pembebasan-pembebasan tanpa bentuk. Karena ketiga kelompok ini terdiri dari individu-individu yang berada pada tingkat berbeda-beda dari pemasuk-arus hingga jalan menuju Kearahattaan, maka individu-individunya tidak dapat dipastikan sebagai lebih tinggi atau lebih rendah hanya dengan berdasarkan pada kelompok tertentu. Untuk melakukan penilaian demikian, seseorang harus mengetahui posisi mereka dalam hal enam tingkat yang mereka capai masing-masing. Saksi tubuh, ketika mencapai Kearahattaan, menjadi “terbebaskan dalam kedua aspek” (ubhatobhāgavimutta). Kedua lainnya menjadi “terbebaskan melalui kebijaksanaan” (paññāvimutta). Tentang kedua jenis Arahant, baca MN 70.15-16, I 477,24–478,3.
  2. Dalam Pāli, masing-masing peserta diskusi mengulangi pernyataan pembuka tentang ketiga individu sebelum mengungkapkan opininya sendiri. Untuk menghindari pengulangan, saya telah menghilangkan bagian ini.
  3. Ce menuliskan, hanya untuk kasus ini, “seorang yang mencapai pandangan adalah seorang Arahant atau seorang yang berlatih untuk mencapai Kearahattaan” (svāssa arahā vā arahattāya paṭipanno). Be dan Ee, konsisten dengan kedua jenis sebelumnya, hanya menyebutkan bahwa orang ini sedang berlatih untuk mencapai Kearahattaan. Menurut penggolongan pada MN 70, seorang saksi tubuh, seorang yang terbebaskan melalui keyakinan, dan seorang yang mencapai pandangan belum sepenuhnya melenyapkan āsava dan oleh karena itu bukanlah Arahant.