“Para bhikkhu, dengan memiliki tiga faktor, seorang penjaga toko tidak mampu memperoleh kekayaan yang belum diperoleh atau meningkatkan kekayaan yang telah diperoleh. Apakah tiga ini? Di sini, seorang penjaga toko tidak tekun mengerahkan dirinya untuk bekerja di pagi hari, di siang hari, atau di sore hari. Dengan memiliki tiga faktor ini, seorang penjaga toko tidak mampu memperoleh kekayaan yang belum diperoleh atau meningkatkan kekayaan yang telah diperoleh.

“Demikian pula, dengan memiliki tiga faktor, seorang bhikkhu tidak mampu mencapai suatu keadaan bermanfaat yang belum dicapai atau meningkatkan keadaan bermanfaat yang telah dicapai. Apakah tiga ini? Di sini, seorang bhikkhu tidak dengan tekun mengerahkan dirinya pada sebuah objek konsentrasi di pagi hari, di siang hari, atau di sore hari. Dengan memiliki tiga faktor ini, seorang bhikkhu tidak mampu mencapai suatu keadaan bermanfaat yang belum dicapai atau meningkatkan keadaan bermanfaat yang telah dicapai. [116]

“Para bhikkhu, dengan memiliki tiga faktor, seorang penjaga toko mampu memperoleh kekayaan yang belum diperoleh dan meningkatkan kekayaan yang telah diperoleh. Apakah tiga ini? Di sini, seorang penjaga toko tekun mengerahkan dirinya untuk bekerja di pagi hari, di siang hari, dan di sore hari. Dengan memiliki tiga faktor ini, seorang penjaga toko mampu memperoleh kekayaan yang belum diperoleh dan meningkatkan kekayaan yang telah diperoleh.

“Demikian pula, dengan memiliki tiga faktor, seorang bhikkhu mampu mencapai suatu keadaan bermanfaat yang belum dicapai dan meningkatkan keadaan bermanfaat yang telah dicapai. Apakah tiga ini? Di sini, seorang bhikkhu dengan tekun mengerahkan dirinya pada sebuah objek konsentrasi di pagi hari, di siang hari, dan di sore hari. Dengan memiliki tiga faktor ini, seorang bhikkhu mampu mencapai suatu keadaan bermanfaat yang belum dicapai dan meningkatkan keadaan bermanfaat yang telah dicapai.”