“Para bhikkhu, ada tiga kegagalan ini. Apakah tiga ini? Kegagalan dalam aktivitas, kegagalan dalam penghidupan, dan kegagalan dalam pandangan.

(1) “Dan apakah kegagalan dalam aktivitas? Di sini, seseorang membunuh … dan bergosip. Ini disebut kegagalan dalam aktivitas.

(2) “Dan apakah kegagalan dalam penghidupan? Di sini, seseorang berpenghidupan salah, dan mencari penghidupan melalui jenis penghidupan yang salah. Ini disebut kegagalan dalam penghidupan.

(3) “Dan apakah kegagalan dalam pandangan? [271] Di sini, seseorang menganut pandangan salah dan memiliki perspektif tidak benar: ‘Tidak ada yang diberikan … tidak ada di dunia ini para petapa dan brahmana yang berperilaku baik dan menjalani praktik yang baik yang, setelah merealisasikan dunia ini dan dunia lain untuk diri mereka sendiri melalui pengetahuan langsung, kemudian mengajarkannya kepada orang lain.’ Ini disebut kegagalan dalam pandangan.

“Ini adalah ketiga kegagalan itu.

“Ada, Para bhikkhu, tiga keberhasilan ini. Apakah tiga ini? Keberhasilan dalam aktivitas, keberhasilan dalam penghidupan, dan keberhasilan dalam pandangan.

(1) “Dan apakah keberhasilan dalam aktivitas? Di sini, seseorang menghindari membunuh … dan menghindari bergosip. Ini disebut keberhasilan dalam aktivitas.

(2) “Dan apakah keberhasilan dalam penghidupan? Di sini, seseorang berpenghidupan benar, dan mencari penghidupan melalui jenis penghidupan yang benar. Ini disebut keberhasilan dalam penghidupan.

(3) “Dan apakah keberhasilan dalam pandangan? Di sini, seseorang menganut pandangan benar dan memiliki perspektif benar: ‘Ada yang diberikan … ada di dunia ini para petapa dan brahmana yang berperilaku baik dan menjalani praktik yang baik yang, setelah merealisasi dunia ini dan dunia lain untuk diri mereka sendiri melalui pengetahuan langsung, kemudian mengajarkannya kepada orang lain.’ Ini disebut keberhasilan dalam pandangan.

“Ini, para bhikkhu, adalah ketiga keberhasilan itu.”