Sampajañña (सम्पजञ्ञ)

2.13. ‘Dan bagaimanakah seorang bhikkhu berkesadaran jernih? Di sini, seorang bhikkhu, ketika berjalan maju atau mundur, sadar atas apa yang ia lakukan; dalam melihat ke depan atau ke belakang, ia sadar atas apa yang ia lakukan; dalam membungkuk dan menegakkan badan, ia sadar atas apa yang ia lakukan; dalam membawa jubah dan mangkuknya, ia sadar atas apa yang ia lakukan; dalam memakan, meminum, mengunyah, dan menelan, ia sadar atas apa yang ia lakukan; dalam hal buang air, ia sadar atas apa yang ia lakukan; dalam berjalan, berdiri, duduk, atau berbaring, dalam hal terjaga, dalam berbicara, atau dalam berdiam diri, ia sadar atas apa yang ia lakukan. Demikianlah seorang bhikkhu berkesadaran jernih.

~ DN 16: Mahāparinibbāna Sutta