Hīnayāna (हीनयान), berarti ‘kendaraan rendah,’ adalah istilah kelompok Mahāyāna yang digunakan untuk merujuk ke kelompok-kelompok Buddhisme diluar sekte kelompok Mahāyāna yang memilik ideal yang berbeda pada masa tersebut.

Meskipun istilah ini ditemukan dalam sūtra Mahāyāna yang paling awal (sekitar abad 1 Sebelum Masehi), istilah yang lebih umum digunakan adalah arhatyāna, śravakayāna, yaitu kendaraan ‘siswa’ vehicle’ dan hīnādhimukita, yaitu ‘terbebaskan dengan cara yang rendah.’ Akhirnya istilah Hīnayāna menjadi istilah dominan dan masih digunakan sekarang oleh Mahāyānis secara tidak tepat untuk mendeskripsikan Buddhisme Theravāda.

Istilah ini dibuat oleh kelompok Mahāyāna untuk membedakan dengan kelompok lain, bukan merujuk pada sekte, tetapi merujuk pada yang memiliki tujuan ideal yang berbeda. Kelompok Mahāyāna mengklaim bahwa praktek ideal mereka, Bodhisattva, berusaha untuk membebaskan semua mahluk sementara ideal Hīnayāna, Arahant, adalah berniat hanya untuk membebaskan dirinya sendiri, karena itulah dikatakan rendah.

Istilah ini dianggap tidak tepat digunakan untuk merujuk pada sekte-sekte lain, terutama pada sekte awal buddhisme yang muncul sebelum kelompok Mahāyāna muncul ataupun pada masa pra-sektarian. Sekte-sekte lain tidak pernah merujuk kepada kelompok dan sekte mereka sendiri dengan istilah Hīnayāna ini dan istilah ini juga dianggap ofensif sehingga tidak disarankan digunakan.