Sempatkan beberapa menit untuk merenungkan beberapa hal di bawah ini

Apakah saya ketika melihat barang baru yang saya inginkan lantas saya membelinya? Apakah saya selalu berusaha dengan keras untuk mendapatkan barang yang saya inginkan? Apakah ketika saya mendapatkan barang yang saya inginkan saya menjadi puas dan senang? Apakah barang tersebut memang betul-betul saya butuhkan?

Beberapa pertanyaan tersebut perlu kita tanyakan kepada diri kita. Kita semakin terbiasa hidup dalam arus keinginan berlebih-lebihan. Iklan terus-menerus memacu keserakahan dalam diri kita untuk memiliki semua yang bisa kita dapatkan.

“Semakin banyak kekayaan saya semakin banyak pula yang saya habiskan untuk memenuhi hasrat keinginan saya. Saya semakin terbiasa dengan keserakahan saya, sehingga saya mengganggap bahwa hal tersebut adalah kebutuhan. Saya menjadi semakin pintar untuk berdalih dan menipu diri saya sendiri bahwa barang-barang yang saya inginkan adalah kebutuhan saya untuk mencapai kebahagiaan”

Pikiran kita cenderung seperti kalimat di atas. Kita menggunakan uang yang kita miliki terkadang hanya untuk kepuasan sesaat. Setelah agak lama, kita menjadi bosan dan mencari yang lain. Begitu seterusnya pikiran keinginan kita. Ditambah lagi iklan terus-terusan menggoda dan merangsang hasrat kita. Akhirnya, kita menjadi mengikuti arus keserakahan dan menjadi terbiasa.

Coba kita renungkan sesaat. Apakah dengan memiliki semua yang kita mau kita menjadi betul-betul merasakan kebahagiaan? Kebahagiaan bukan didapat dari objek di luar diri kita. Kebahagiaan berasal dari pikiran kita. Pikiran sadar dan alam bawah sadar kita yang menentukan kebahagiaan.

Hidup sesuai kebutuhan adalah hidup sederhana. Sesuai kebutuhan berarti sesuai dengan apa yang benar-benar kita perlukan. Bukan keinginan berlebihan tetapi keinginan yang wajar. Keinginan yang wajar berarti keinginan yang sesuai dengam kondisi. Hidup sederhana bukan hanya mencakup menggunakan barang sesuai kebutuhan, namun juga mencakup sikap hidup hemat. Hemat adalah menggunakan barang sesuai kebutuhan dan memaksimalkan penggunaan barang. Jadi ketika menggunakan suatu barang, gunakanlah secara maksimal, efisiensi dan efektif.

Satu hal yang sangat penting adalah telitilah barang yang digunakan dan akibatnya. Jikalau barang tersebut menimbulkan kerugian bagi diri sendiri dan orang lain, hindari penggunaan barang tersebut.

Satu kata yang membantu mengurangi keserakahan kita adalah CUKUP. Katakan pada diri kita sendiri terus-menerus dan berulang-ulang, “cukup!cukup!cukup!”