Jika di kantor, banyak rapat, masalah kerjaan menumpuk, target masih jauh, semangat saya gampang kendur. Sumbu emosi menjadi lebih pendek dan tidak sabaran.

Bila Anda juga mengalami hal serupa, semangati diri Anda dengan beberapa ’perenungan ala Buddhisme’ berikut ini.

Viriya berarti usaha, upaya, semangat, kekuatan, dan keuletan, adalah salah satu Parami/Paramita (= kesempurnaan) dari seorang Boddhisatta (calon Buddha).

Pertapa Gautama dan Sang Buddha adalah contoh figur paling bersemangat yang pernah dikenal. Enam tahun lamanya Pertapa Gautama bertapa menyiksa diri dengan tekun. Setelah menjadi Buddha, 45 tahun lamanya tanpa henti membabarkan Dhamma. Dalam sehari Sang Buddha bisa memberikan khotbah sebanyak enam kali sehingga dalam ’masa pelayanan’Nya, terkumpul lebih dari 80an ribu topik khotbah. Lebih dari cukup untuk menjawab berbagai problematika kehidupan manusia. Buddha Gautama juga dikisahkan hanya tidur 1 jam sehari semalam, karena banyaknya aktivitas bermanfaat yang dilakukanNya.

Dhammapada bait 112 (”Daripada hidup seratus tahun, tapi malas dan tidak bersemangat; sesungguhnya lebih baik kehidupan sehari orang yang berjuang dengan penuh semangat.”). Kisah yang melatarbelakanginya adalah demikian. Seorang bhikkhu sudah tidak menyenangi hidup kebhikkhuannya. Karena malu untuk kembali ke kehidupan biasa, beliau mencoba mengakhiri hidupnya dengan memasukkan tangan ke dalam sebuah pot yang berisi ular beracun. Ternyata gagal karena ular itu tidak menggigitnya. Lalu dia bersiap membunuh diri dengan pisau cukur. Sebelum aksi diambil, dia merenungkan secara bersemangat berbagai kebajikan dan kemoralan yang sudah dilakukan selama ini. Akhirnya dia menjadi tenang, kemudian mampu menganalisa dan melihat lebih jelas kenyataan yang sebenarnya dari hakekat kehidupan dan berbagai fenomena sehari-hari. Bukannya meninggal, beliau malah mencapai tingkat Arahat.

Semangat menurut Dhamma adalah melakukan segala aktivitas sehari-hari dengan penuh semangat dan perhatian, semangat dalam menjaga diri untuk tidak melakukan perbuatan jahat, semangat dalam memupuk berbagai perbuatan baik, dan semangat untuk melatih diri dalam meditasi.

Contoh dari luar Buddhisme adalah Thomas Alfa Edison, penemu paling disanjung dalam peradaban manusia modern. Dia mengatakan bahwa keberhasilan atau kesuksesan seseorang hanya 1% ditentukan oleh inteligensi (kecerdasan), sisanya 99% ditentukan oleh usaha, keuletan, ketekunan, dan semangat.