Operator GSM saya sekarang lebih aktif. Setiap hari saya menerima pemberitahuan melalui SMS berapa banyak pemakaian telpon dan sms hari itu. Bisa juga pemberitahuan ini dikirim melalui sms sewaktu saya mengecek pulsa. Yang ’menggemaskan’ adalah kalimat terakhirnya, ”gunakan terus untuk menelpon dan mengirim sms sehingga berhak mendapatkan bonus ……”.

Pikiran saya berputar … wah andaikan kita bisa rutin menerima informasi ’saldo’ karma baik dan karma buruk (layaknya rekening koran atau tagihan kartu kredit), terserah mau lewat surat ataupun email, alangkah enaknya. Kita jadi tahu jika sudah waktunya menambah ’saldo’ karma baik melalui perbuatan baik, atau kita masih boleh berleha-leha.

Sayangnya manajemen Hukum Karma dari jaman baheula sampai sekarang dan ke depannya, ya begitu-begitu saja. Tidak bisa diupgrade layaknya fasilitas telepon genggam. Kita tidak tahu persis apakah tabungan karma baik kita lebih banyak dari karma buruk. Jikapun surplus, berapa banyak ? Cukupkah untuk membuat kita nyaman sepanjang sisa kehidupan ini ? Bisakah menjamin kita terlahir kembali di alam manusia atau alam lebih tinggi ? Ataukah ‘saldo’ kita minim sehingga bisa merosot ke alam yang lebih rendah nantinya ?.

Memang ada orang yang memiliki kemampuan untuk melihat rangkaian karma diri sendiri atau orang lain sehingga bisa ’memperkirakan interpolasi’ ke depannya. Berita buruknya, kemampuan ini sangat langka. Kebanyakan kita tidak tahu neraca karma kita. Alhasil kita hanya bisa meraba-raba. Apalagi timbunan karma dari kehidupan-kehidupan yang lampau, kita tidak punya gambaran sama sekali.

Jadilah jurus Dewa Buta dan Dewa Mabuk yang dapat kita tampilkan. Berbuat baik sebanyak mungkin dalam setiap kesempatan, setiap hari, walaupun hanya kebaikan-kebaikan kecil melalui pikiran-ucapan-perbuatan.

Sang Buddha dalam Dhammapada bait 122 mengatakan, ”Jangan meremehkan kebajikan (meskipun kecil) dengan berkata, ”Itu tak akan berakibat apa-apa bagiku.” Seperti tempayan akan penuh oleh air yang jatuh menetes, begitu pula orang bijaksana memenuhi dirinya sedikit demi sedikit dengan kebajikan.”

Marilah kita menjaga ’saldo’ karma baik kita agar selalu surplus dalam jumlah yang memadai.