Beberapa tahun lalu sewaktu saya masih kuliah malam hari di Jakarta, ada suatu kejadian menarik. Setelah terburu-buru berangkat dari kantor, ternyata jalan tol ke Jakarta lebih macet dari biasanya. Setelah lebih dari 1 jam, saya bersiap mengambil lajur keluar Kebun Jeruk. Handphone saya berbunyi. Ternyata dari sekretaris jurusan, mengabarkan sang Dosen berhalangan mengajar malam ini, tanpa basa basi, tanpa minta maaf secuilpun.

Langsung terbayang perjalanan macet sia-sia pergi pulang sekitar 3 jam. Hati dan pikiran saya panas, ingin kedongkolan ini dilampiaskan dengan ngomel, ngumpat, teriak, maki-maki, dan mukul sesuatu. ”Dosen tidak bertanggung jawab, sekretaris jurusan memble, bukannya kasih tahu lebih awal sebelum saya berangkat”. Kalimat di pikiran ini hampir terlontar.

Eh …. tunggu dulu. Saya berdiam diri sejenak, tarik napas dalam beberapa kali, kemudian berpikir, ”Jika saya emosi dan melampiaskannya secara negatif, kebaikan apa yang saya dapatkan ? Nasi sudah menjadi bubur. Kemacetan ini sudah dijalani sebagian. Dengan respon negatif tidak akan mengubah apapun. Ya sudah jalani saja. Ini buah karma buruk yang pernah saya lakukan entah kapan di waktu yang lampau. Berarti buah karma buruk saya sudah berkurang”. Pikiran ini membuat saya tenang dan adem seperti disiram air dingin.

Respon kita terhadap orang, situasi dan kondisi negatif sehari-hari, ditentukan sepenuhnya oleh kita. Jika kita merespon secara negatif, kita sudah menanam karma buruk baru untuk nanti pada waktunya berbuah buruk pula. Tetapi jika kita merespon secara positif (minimal netral), berarti kita sudah menuai buah karma buruk dari perbuatan yang lampau dan tidak menanam karma buruk yang baru.

Dengan selalu mengingat Hukum Karma dan menerapkan Hiri (malu berbuat jahat) dan Ottappa (takut berbuat jahat), kita akan lebih fleksibel terhadap setiap perubahan rencana yang telah disusun, dan mampu menjalani hidup yang lebih menyenangkan. Kita tidak menjadi individu yang selalu mencari ’kambing hitam’ untuk disalahkan dalam setiap hal buruk yang kita jumpai. Ingatlah setiap makhluk berhubungan dengan karmanya masing-masing.