Kita sudah mengetahui delapan sifat mulia yang sebaiknya dimiliki setiap pemberian (dana), yang bisa membuahkan karma baik yang besar dengan waktu pematangan yang cepat.

Wajar sebagai umat biasa yang belum mencapai kesucian, kita berpikir dan berharap buah karma baik dari setiap perbuatan yang telah dan akan dilakukan. Motivasi untuk memanen yang baik dan melimpah dari tebaran bibit sehat dalam waktu secepat-cepatnya, merupakan dorongan yang umum.

Salahkah ini ? Tentu tidak ! Tetapi lebih menyehatkan jika kita tidak membuat berbagai perhitungan dari setiap perbuatan baik yang dilakukan. Biarkan Hukum Karma yang mengatur. Jadikan perbuatan baik sebagai kebiasaan spontan tanpa perlu dipusingkan dengan segala harapan dan kalkulasi hasil.

Umumnya jika kita ‘memberi’ berarti ‘mengeluarkan’ atau ‘mengurangi’ yang kita miliki. Hal ini nyata terlihat jika dilakukan secara fisik, misal berdana harta benda atau membantu dengan tenaga. Harta dan tenaga kita berkurang.

Tetapi tidak selamanya hukum ‘memberi-mengurangi’ ini berlaku. Malahan memberi dapat berarti menambah. Dan jika ’memberi’ dilakukan secara tepat, dapat menambah dalam jumlah banyak dan berlipat-lipat dibanding yang sudah dikeluarkan.

Selain pemberian harus diusahakan memiliki sebanyak mungkin delapan sifat mulia, harus dilanjutkan dengan ‘berdana kebajikan yang sudah dilakukan’ kepada orang tua, sanak keluarga, dan leluhur yang telah meninggal dunia. Inilah yang dikenal sebagai pelimpahan jasa (pattid?na).

Pelimpahan jasa kebaikan kepada leluhur yang telah meninggal dunia bisa dilakukan melalui upacara khusus misalnya pattid?na, maupun tanpa upacara formal. Tidak harus menunggu acara pattid?na setahun sekali untuk dapat melakukan pelimpahan jasa, melainkan setiap saat setelah melakukan kebaikan, dimana saja, tanpa harus membaca paritta macam-macam, cukup dengan mengingat kebaikan yang sudah dilakukan dan berharap agar jasa-jasa kebaikan tersebut melimpah kepada sanak keluarga yang telah meninggal, dan berharap supaya mereka berbahagia, dan semoga mereka terlahir di alam yang lebih baik.

Dengan cara ini selain mendapat buah karma baik dari pemberian yang sudah dilakukan, kita juga mendapat ’ekstra’ karma baik dari pelimpahan jasa yang dilakukan.