Berapa banyak di antara kita yang hobi membaca? Membaca disini tidak dibatasi hanya kepada buku atau majalah yang bermanfaat, tetapi juga koran, tabloid, komik, novel, cerita silat, dan bacaan lainnya.

Kebiasaan membaca adalah baik. Apalagi jika yang dibaca bermanfaat, selain bisa mengisi waktu luang, juga mengisi diri kita dengan banyak pengetahuan. Tentu saja akumulasi pengetahuan dari membaca ini belum menjadi kekuatan berkompetisi (competitive advantage) jika belum dipraktekkan secara nyata.

Kebiasaan membaca saya tidak dimulai dari sejak kecil. Tetapi sejak kuliah. Karena keterbatasan keuangan, barulah setelah bekerja saya bisa secara rutin membeli buku. Setiap bulan saya mengalokasikan beberapa ratus ribu untuk belanja buku baik buku umum/populer maupun buku agama.

Awalnya, walaupun sudah memiliki pemahaman bahwa ’buku adalah jendela dunia’, dan dengan kebiasaan membaca maka wawasan dan pengetahuan akan lebih luas, tetapi saya membaca karena mengisi waktu. Lama kelamaan, karena terasa manfaatnya dan banyaknya hal baru yang diperoleh dari buku, membaca jadi keterusan, akhirnya jadi kebiasaan.

Kebiasaan membaca ini ternyata tidak saja bermanfaat bagi dunia kerja dan kehidupan sehari-hari, tetapi sangat mendukung profesi saya sebagai Penceramah/Dhammaduta. Tuntutan umat sekarang makin tinggi. Selain dituntut kemampuan menyampaikan Dhamma secara menarik, juga dituntut pengetahuan dan pemahaman tidak hanya Dhamma tetapi juga pengetahuan-pengetahuan umum.

Kesimpulannya, suatu hobi atau kebiasaan bukan milik kita saat ini, bukan karena kita tidak memiliki bakat atau dukungan karma lampau, melainkan karena kita belum memulai menjadikannya hobi atau kebiasaan kita.

Dalam studi modern, dikatakan bahwa sesuatu bisa menjadi kebiasaan jika dilakukan secara konsisten selama tiga bulan lamanya. Laporan terakhir malah menyebutkan, tidak perlu sampai tiga bulan, cukup satu bulan saja dilakukan secara konsisten, maka kebiasaan akan menjadi milik kita.

Karena itu jika saat ini Anda belum memiliki hobi atau kebiasaan membaca, ataupun hobi atau kebiasaan baik dan positif lainnya yang Anda inginkan, berita baiknya adalah Anda berhak memilikinya dengan syarat sudah melakukannya secara konsisten paling tidak satu bulan. Mudah-mudahan karma baik Anda berbuah dan berbagai kebiasaan baik yang Anda inginkan, benar-benar menjadi milik Anda sehingga mendukung keberhasilan duniawi dan spiritual Anda.

Sejalan dengan Ajaran Sang Buddha, pikiran baik berlanjut ke ucapan baik terus ke perbuatan baik. Jika rangkaian ini terus dilakukan dapat membentuk kebiasaan baik yang menghasilkan karakter baik seseorang dan akan menentukan buah karma baik yang diterima kemudian.